Radar News - Medan (ANTARA) - Pelibatan berbagai usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dalam penyelenggaraan Ramadhan Fair XX 2026 yang digagas Pemerintah Kota Medan dinilai bermanfaat dalam mendongkrak ekonomi masyarakat.
"Tentu, pada dasarnya bazar UMKM seperti di Ramadhan Fair XX Kota Medan akan mendongkrak ekonomi masyarakat," ujar Pengamat Ekonomi dari Universitas Islam Sumatera Utara (UISU) Gunawan Benjamin di Medan, Rabu.
Menurut dia, kegiatan itu akan menguntungkan pelaku usaha UMKM karena menjadi objek kuliner sehingga masyarakat berpotensi mengeluarkan uang untuk berbelanja kebutuhan menu buka puasa di kegiatan tahunan tersebut.
"Setidaknya para pelaku usaha berpotensi mendapatkan keuntungan lebih karena kegiatan tersebut dikunjungi puluhan maupun ratusan pengunjung," katanya.
Meskipun berpotensi mendapatkan keuntungan lebih, Ia mengingatkan pelaku usaha UMKM untuk tidak terlalu memanfaatkan momen tersebut dengan menaikkan harga tinggi penjualan.
Praktik menaikkan harga penjualan akan berdampak pada penjualan karena daya beli masyarakat di Indonesia dinilai belum terlalu membaik.
"Sebenarnya boleh-boleh saja mereka (pelaku usaha) menaikkan harga penjualan, namun harus diperhatikan dengan wajar," ujar Gunawan.
Dengan tidak menaikkan harga penjualan yang terlalu tinggi, pelaku usaha tetap akan mendapat keuntungan lebih mengingat tempat sewa kuliner di Ramadhan Fair XX tidak dipungut biaya.
"Para pelaku usaha harus memanfaatkan Ramadhan Fair tersebut dengan baik. Ini kegiatan yang baik untuk mereka," ujarnya.
Pemerintah Kota Medan, Sumatera Utara, menyediakan sedikitnya 150 tenan kuliner bagi masyarakat yang berjualan di Ramadhan Fair XX yang dilaksanakan 25 Februari hingga 16 Maret 2026.
Ketua Tim Sejarah dan Tradisi Bidang Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Medan Andy Sitorus mengatakan 150 tenan diperuntukkan bagi pelaku usaha mikro kecil dan menengah binaan pemerintah kota setempat.
"Ada juga yang diisi oleh masyarakat umum. Semuanya sebanyak 150 tenan kuliner," ujar Andy.