Analisis Kunjungan Jokowi: Sentimen di Era Digital
Perspektif

Analisis Kunjungan Jokowi: Sentimen di Era Digital

Analisis Sentimen Publik Terhadap Rencana Kunjungan Jokowi

Isu mengenai rencana Presiden Joko Widodo untuk melakukan kunjungan ke berbagai daerah, yang dikenal dengan istilah 'Jokowi Turun Gunung', telah mencuri perhatian publik di ruang digital. Pernyataan ini muncul dalam Rakernas Partai Solidaritas Indonesia (PSI) di Makassar dan diikuti oleh informasi dari pengurus PSI serta relawan Projo.

Monitoring yang dilakukan oleh Sintesa Strategi Indonesia (SSI) melalui platform Datalinker mencatat adanya respons yang signifikan terhadap isu ini. Analisis dilakukan selama periode 23 Mei hingga 21 Juni 2026, mencakup berbagai platform media sosial seperti X, Facebook, Instagram, YouTube, dan TikTok, serta media online.

Data menunjukkan bahwa selama periode tersebut, terdapat 3.957 konten yang membahas isu ini, dengan 89,3 persen di antaranya berasal dari media sosial. Total komentar yang muncul mencapai 158.761, menunjukkan tingginya interaksi publik. Kata kunci 'Jokowi' dan 'Joko Widodo' masing-masing mendapatkan paparan mencapai lebih dari 58 juta dan 23 juta.

Platform dengan konten terbanyak adalah YouTube, diikuti oleh TikTok dan Instagram. Dalam hal sentimen, 43,5 persen dari komentar bersifat positif, sementara 38,6 persen netral, dan 18 persen negatif. Aspek nuansa bahasa juga menunjukkan 41,4 persen komentar bersifat positif. Topik politik dan pemilu menjadi yang paling mendominasi dengan 46,4 persen dari total pemberitaan.

Sentimen positif terhadap Jokowi terlihat dominan, terutama pada kata kunci terkait seperti 'blusukan' dan 'kepemimpinan', yang masing-masing memiliki tingkat sentimen positif di atas 70 persen. Namun, terdapat juga dua isu dengan sentimen negatif yang mencolok, yakni terkait ijazah dan PDIP. Menurut Freddy Alex Damanik, Sekretaris Jenderal Projo, dukungan terhadap Jokowi tetap kuat meskipun ada kritik yang muncul.

Kesimpulan dari monitoring ini menunjukkan bahwa isu 'Jokowi Turun Gunung' mendapatkan respons luas dengan kecenderungan sentimen yang relatif positif. Meskipun demikian, hasil ini tidak dapat dianggap sebagai representasi keseluruhan opini publik di Indonesia. Pertanyaan yang muncul adalah, seberapa besar pengaruh kunjungan ini terhadap dinamika politik menjelang pemilu mendatang?

You can share this post!