Radar News - Aplikasi Mahameru Quick Response (MQR) yang digunakan untuk pemantauan patroli lalu lintas di Jawa Timur sedang diperbarui melalui Focus Group Discussion (FGD) yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan.
FGD ini diinisiasi oleh peserta didik Sespimmen Polri Dikreg 66, Achmad Rakhmatullah Dwi Nugroho, dan berlangsung di Ruang Rapat IKATAMA Ditlantas Polda Jatim. Kegiatan ini melibatkan Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Timur, Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Jawa Timur, PT Jasa Marga Wilayah Jawa Timur, serta akademisi dari Universitas Negeri Surabaya (Unesa).
Dwi Nugroho menjelaskan bahwa tujuan FGD adalah untuk mengumpulkan masukan dari pihak-pihak yang berperan dalam pengelolaan lalu lintas dan pengembangan sistem berbasis teknologi informasi. Aplikasi MQR dirancang sebagai sistem berbasis dashboard yang terhubung dengan pusat kendali dan terintegrasi dengan Google serta Regional Traffic Management Center (RTMC) Polda Jatim. Aplikasi ini terkoneksi dengan ribuan CCTV di berbagai kabupaten/kota di Jawa Timur, memungkinkan pemantauan aktivitas anggota patroli secara real time.
Saat ini, MQR berfokus pada pemantauan kehadiran dan pergerakan patroli di titik rawan. Rencana ke depan adalah melengkapi aplikasi dengan fitur pencatatan tindakan preventif yang dilakukan anggota, seperti memberikan teguran simpatik kepada pelanggar. Hal ini diharapkan dapat meningkatkan efektivitas pengawasan di lapangan.