Radar News - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah mengoperasikan teknologi High Frequency (HF) Radar Array di pesisir barat Sumatera, yang akan mempercepat peringatan dini tsunami dan memantau kondisi laut.
Teknologi HF Radar Array merupakan langkah strategis dalam memperkuat sistem observasi kelautan nasional. BMKG memfokuskan perangkat ini untuk mendukung mitigasi bencana dan meningkatkan keselamatan nelayan serta aktivitas pelayaran di kawasan pesisir.
Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani, menyatakan bahwa pembangunan infrastruktur ini merupakan bentuk komitmen lembaga dalam mendukung pembangunan nasional. Saat ini, BMKG telah mengoperasikan empat unit HF Radar Array dari total sepuluh sistem yang direncanakan, dengan dua unit dipasang di Masjid Al-Hakim di Kota Padang dan Taman Anas Malik di Kota Pariaman, sehingga cakupan pemantauan laut mencapai sekitar 80 kilometer.
BMKG kini memiliki tiga teknologi radar utama, termasuk Radar Cuaca C-Band di Bandara Minangkabau dan Radar Maritim X-Band di Teluk Bayur. Selain itu, BMKG gencar melakukan edukasi kepada masyarakat melalui program Sekolah Lapang untuk meningkatkan pemahaman tentang cuaca, iklim, dan potensi bencana.
BMKG juga berupaya mendorong lima lokasi di Sumatera Barat menjadi Tsunami Ready Community sesuai standar IOC-UNESCO. Proyek HF Radar Array merupakan hasil kerja sama antara Indonesia dan Prancis, dengan dukungan pendanaan dari Agence Française de Développement (AFD) dan penyediaan teknologi oleh Collecte Localisation Satellites (CLS). Faisal mengajak masyarakat untuk menjaga keberlangsungan operasional HF Radar agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang.