JOMBANG – Bupati Hj Mundjidah Wahab dan Wakil Bupati Sumrambah berkolaborasi dengan Wakapolda Jawa Timur Brigjen Pol Slamet Hadi Supraptoyo untuk memantau pelaksanaan vaksinasi massal yang digelar di Kebonrojo, Jombang, pada hari kemarin. Kegiatan vaksinasi ini merupakan tahap kedua dari program vaksinasi menggunakan vaksin Sinovac dan diikuti oleh ribuan peserta.
Bupati Mundjidah mengucapkan terima kasih kepada Polres Jombang dan Polda Jatim atas dukungan dalam menyukseskan vaksinasi Covid-19 di wilayahnya. Ia mengatakan, "Vaksinasi merupakan bentuk ikhtiar agar kita terhindar dari paparan Covid-19, khususnya untuk menghindari gejala berat dan kematian," ungkap Brigjen Slamet Hadi.
Kegiatan yang bertajuk Vaksinasi Massal Presisi ini diselenggarakan oleh Polres Jombang dalam rangka menyambut Hari Kemerdekaan RI ke-76. Vaksinasi dimulai dari pukul 07.00 hingga 15.00, dan ditujukan bagi masyarakat yang telah mendaftar melalui Bhabinkamtibmas di masing-masing desa.
Penerapan protokol kesehatan menjadi prioritas dalam pelaksanaan vaksinasi tersebut. Peserta yang hadir dijadwalkan sesuai jam untuk menghindari kerumunan. Selain memantau vaksinasi, Wakapolda dan Bupati juga membagikan sembako kepada pedagang kaki lima (PKL) yang berada di sekitar lokasi vaksinasi.
Vaksinasi massal ini bertujuan untuk mempercepat proses vaksinasi di Jombang, yang saat ini sudah mencapai lima besar dalam cakupan vaksinasi di Jawa Timur. Sebanyak 820 ribu jiwa di Jombang telah menerima dosis vaksin pertama, setara dengan 1,8 persen dari sasaran vaksinasi di Jawa Timur. Sementara itu, untuk vaksinasi tahap kedua, sebanyak 300 ribu jiwa telah divaksin, atau sekitar 0,9 persen dari sasaran provinsi.
Wakapolda Slamet Hadi menyampaikan apresiasi kepada Bupati Jombang dan Forkopimda Kabupaten Jombang atas kepedulian masyarakat dalam mengikuti vaksinasi. Ia juga menjelaskan bahwa pengiriman stok vaksin mengikuti arahan dari pemerintah pusat, dan distribusi dilakukan sesuai dengan jumlah kabupaten di Jawa Timur.
Sampai dengan kemarin, kasus aktif Covid-19 di Jombang tercatat sekitar 1.500 kasus, dengan tingkat penggunaan tempat tidur isolasi mencapai 82 persen dan ICU terpakai 30 persen. "Ini menggambarkan bahwa Covid-19 di Jombang masih bisa dikontrol," kata Wakapolda.
Wakapolda juga mengimbau masyarakat yang telah divaksin untuk tetap menjalankan protokol kesehatan secara ketat. "Saya melihat masyarakat Kabupaten Jombang sudah bisa menjalankan protokol kesehatan dengan baik, namun sosialisasi tentang pentingnya prokes harus terus dilakukan agar tidak ada yang abai," pesannya.