Radar News - Kapanlagi.com - Perjalanan menjadi idol K-Pop bukanlah hal yang mudah, apalagi bagi talenta asing yang harus beradaptasi dengan budaya dan bahasa baru. Hal inilah yang dialami oleh Carmen Hearts2Hearts saat meniti jalan debutnya di industri hiburan Korea Selatan.
Nama Carmen menjadi sorotan publik Indonesia setelah resmi debut di bawah naungan SM Entertainment. Kisah perjuangannya pun menyentuh banyak penggemar karena ia harus melewati berbagai tantangan sejak masa trainee.
Dalam salah satu wawancara, Carmen secara jujur mengungkapkan rasa sulit dan kesepiannya selama menjalani pelatihan. Berikut rangkaian perjalanan debut Carmen Hearts2Hearts.
Temukan berita lainnya terkait Carmen Heart2Hearts di Liputan6.com.
1. Ketertarikan pada K-Pop Sejak Kecil
Nyoman Ayu Carmenita yang dikenal sebagai Carmen Hearts2Hearts mengaku telah menekuni bakat tarik suara sejak kecil. Kecintaannya pada K-Pop tumbuh setelah mendengarkan lagu The Boys milik Girls' Generation.
Lagu tersebut menjadi titik awal impiannya untuk berkarier di industri hiburan Korea Selatan. Sejak saat itu, ia mulai serius mengembangkan kemampuan vokalnya.
Dalam perjalanannya, ia mengikuti audisi dengan membawakan lagu Best Part milik Daniel Caesar. Lagu itu mengantarkannya lolos audisi dan masuk ke SM Entertainment pada tahun 2022.
2. Perjuangan Menuju Jakarta dan Seleksi Akhir
Setelah mendapatkan kabar baik dari tahap awal audisi, Carmen terbang ke Jakarta untuk mengikuti seleksi tahap akhir. Ia hanya ditemani oleh sang kakak, sementara peserta lain datang bersama keluarga besar.
Disebutkan bahwa peserta lain bahkan diantar satu bus penuh anggota keluarga. Namun Carmen hanya berdua dengan kakaknya karena orang tuanya tidak bisa ikut.
Momen tersebut menjadi salah satu fase emosional dalam perjalanannya. Meski tanpa rombongan besar, ia tetap fokus mengejar mimpinya.
3. Masa Trainee di SM Entertainment dan Rasa Kesepian
Setelah dinyatakan lolos, Carmen terbang ke Korea Selatan untuk menjalani masa pelatihan sebagai trainee di SM Entertainment. Ia menghadapi tantangan besar karena bukan orang Korea dan belum fasih berbahasa Korea.
Dalam wawancaranya, Carmen mengatakan bahwa masa itu sangat sulit. Ia merasa semua orang berada di level atas, sementara dirinya masih berada di level bawah. Ia juga mengaku kesulitan berkomunikasi karena tidak bisa berbicara bahasa Korea.
Bahkan ketika ingin berteman, ia merasa sangat kesepian dan memilih fokus memberikan segalanya dalam latihan. Carmen menyebut dirinya sering berlatih sendiri dan melakukan yang terbaik. Ia berusaha mengejar ketertinggalan dengan kerja keras tanpa henti.
4. Tetap Sekolah di Tengah Jadwal Latihan
Meski menjalani masa trainee yang padat, Carmen tetap melanjutkan pendidikannya melalui sistem home schooling. Hal ini menjadi tantangan tersendiri karena ia harus membagi waktu antara latihan dan sekolah.
Dengan dukungan orang tua dari jauh, ia berhasil menyelesaikan pendidikan SMA pada 1 Juni 2024. Komitmennya pada pendidikan menjadi bagian penting dari perjalanannya.
Masa pelatihan yang berlangsung selama dua tahun membuatnya semakin matang. Kerja keras tersebut membuahkan hasil ketika ia dinyatakan siap debut.
5. Resmi Debut dan Jadi Kebanggaan Indonesia
Pada Februari 2025, Carmen resmi debut sebagai anggota grup Hearts2Hearts di usia 18 tahun. Debut ini menjadi momen membanggakan bagi banyak netizen Indonesia.
Ia menjadi satu-satunya talenta Indonesia yang berhasil dilirik oleh agensi Big 3, termasuk SM Entertainment. Pencapaiannya disebut mengharumkan nama Indonesia di industri K-Pop.
Foto-fotonya juga sempat viral di forum komunitas Korea. Banyak netizen yang menilai visualnya memancarkan aura bintang dan bahkan menyebutnya yang tercantik di antara delapan anggota grup.