Dominasi Tiongkok dan Eileen Gu Warnai Olimpiade Musim Dingin 2026
Olahraga

Dominasi Tiongkok dan Eileen Gu Warnai Olimpiade Musim Dingin 2026

Radar News - Unikma.ac.id – Kompetisi Ski Gaya Bebas (Freestyle Skiing) pada ajang Olimpiade Musim Dingin Milano Cortina 2026 telah resmi mencapai puncaknya.

Digelar mulai 7 hingga 21 Februari 2026 di Livigno Snow Park, Italia, cabang olahraga ekstrem ini menghadirkan pertunjukan spektakuler yang diwarnai oleh dominasi kontingen Tiongkok, terciptanya berbagai rekor bersejarah, hingga sorotan gemerlap terhadap bintang-bintang di luar arena.

Olimpiade Musim Dingin tahun ini menjadi panggung unjuk gigi bagi para atlet Tiongkok, terutama pada nomor pertandingan Aerials. Pasangan atlet Tiongkok, Wang Xindi (putra) dan Xu Mengtao (putri), berhasil memborong medali emas di kategori masing-masing. Kemenangan ganda ini mempertegas kekuatan kontingen Tiongkok dalam kompetisi olahraga musim dingin secara global.

Selain Tiongkok, ajang di Livigno juga menjadi saksi lahirnya sejarah baru bagi beberapa negara. Daniela Maier mencatatkan namanya sebagai atlet pertama Jerman yang berhasil meraih medali emas di cabang Ski Cross Putri sepanjang sejarah penyelenggaraan Olimpiade Musim Dingin.

Sejarah lain juga terukir pada nomor pertandingan yang baru debut di Olimpiade kali ini, yaitu Dual Moguls. Legenda ski asal Kanada, Mikaël Kingsbury, berhasil mengamankan medali emas pertama di nomor tersebut untuk kategori putra, sekaligus mengukuhkan statusnya sebagai salah satu atlet terhebat di disiplin ini.

Daftar Perolehan Medali Ski Gaya Bebas 2026

Persaingan sengit dari berbagai nomor pertandingan menghasilkan distribusi medali yang ketat di antara negara-negara unggulan. Berikut adalah rekapitulasi peraih medali di beberapa nomor utama:

Aerials Putra: Emas – Wang Xindi (CHN), Perak – Noé Roth (SUI), Perunggu – Li Tianma (CHN).

Aerials Putri: Emas – Xu Mengtao (CHN), Perak – Danielle Scott (AUS), Perunggu – Shao Qi (CHN).

Big Air Putri: Emas – Megan Oldham (CAN), Perak – Eileen Gu (CHN), Perunggu – Flora Tabanelli (ITA).

Ski Cross Putri: Emas – Daniela Maier (GER), Perak – Fanny Smith (SUI), Perunggu – Sandra Näslund (SWE).

Dual Moguls Putra: Emas – Mikaël Kingsbury (CAN), Perak – Ikuma Horishima (JPN), Perunggu – Matt Graham (AUS).

Moguls Putri: Emas – Elizabeth Lemley (USA), Perak – Jaelin Kauf (USA), Perunggu – Perrine Laffont (FRA).

Slopestyle Putra: Emas – Birk Ruud (NOR), Perak – Alex Hall (USA), Perunggu – Luca Harrington (NZL).

Eileen Gu, ‘Si Putri Salju’ yang Kaya Raya dan Penuh Narasi

Selain perolehan medali, sorotan utama media di Olimpiade 2026 juga tertuju pada Eileen Gu, atlet ski gaya bebas andalan Tiongkok. Pada kompetisi tahun ini, atlet berusia 22 tahun tersebut berhasil membawa pulang dua medali perak—salah satunya dari nomor Big Air Putri—melengkapi koleksi dua medali emas dan satu perak yang sebelumnya ia raih di Olimpiade Beijing 2022.

Namun, daya tarik Gu tidak hanya terbatas di lintasan salju. Menurut laporan Forbes, ia menduduki peringkat keempat dalam daftar atlet wanita berpenghasilan tertinggi di dunia, dengan estimasi kekayaan mencapai USD 23 juta (sekitar Rp 387 miliar). Ia menjadi satu-satunya atlet ski di daftar bergengsi tersebut, berada persis di bawah bintang tenis Coco Gauff, Aryna Sabalenka, dan Iga Swiatek.

Menariknya, 99 persen pendapatan Gu berasal dari luar arena kompetisi. Bintang yang mengenyam pendidikan elite di Universitas Stanford dan Oxford ini dikontrak oleh agensi IMG dan menjadi wajah bagi berbagai merek fesyen kelas atas, mobil mewah, hingga jam tangan. Dari hadiah kompetisi di lapangan, ia diperkirakan hanya memperoleh sekitar USD 100.000 selama setahun terakhir.

Meski berprestasi mentereng dan telah memenangi 39 medali dalam 41 kompetisi internasional mewakili Tiongkok dalam lima tahun terakhir, narasi multikultural Gu tidak lepas dari kontroversi. Lahir di San Francisco, Amerika Serikat, keputusan Gu untuk dinaturalisasi dan mewakili negara kelahiran ibunya sejak usia 15 tahun sering kali memicu perdebatan.

Ia sempat dikritik oleh komentator televisi di Amerika sebagai sosok yang “mengkhianati” negaranya, sementara beberapa netizen menyebutnya “bermuka dua”. Menanggapi hal tersebut, Gu dengan tegas menyatakan bahwa ia terus menggunakan panggung globalnya untuk mengadvokasi Tiongkok dan perempuan.

Di tengah kesibukannya melakukan photo shoot glamor hingga pekerjaan rumah, Gu memiliki filosofi kuat yang menjaga disiplinnya: “Berlatih seolah-olah kamu belum pernah berkompetisi dan berkompetisi seolah-olah kamu belum pernah kalah.”

Perpaduan antara etos kerja atletik yang tangguh dan pesona di luar arena membuktikan bahwa medali dan prestasi di atas salju tetap menjadi fondasi utama bagi sang ‘Putri Salju’ dalam memaksimalkan kesuksesannya di panggung dunia.

Penulis: Tim Humas Universitas Komputama (UNIKMA), Cilacap, Jawa Tengah

Editor: Muhamad Ridlo

You can share this post!