Radar News - Anggota Komisi V DPR RI Sudjatmiko meminta PT KAI dan Kementerian Perhubungan (Kemenhub) untuk meningkatkan sistem sinyal guna mencegah insiden tabrakan kereta api, menyusul kecelakaan yang terjadi di Bekasi Timur, Kota Bekasi.
Tabrakan yang terjadi di Bekasi Timur melibatkan kereta api dan sebuah taksi di lintasan sebidang. Sudjatmiko menjelaskan bahwa banyak perlintasan sebidang yang belum memenuhi standar keselamatan, yang dapat meningkatkan risiko kecelakaan.
Dalam wawancara, Sudjatmiko menegaskan pentingnya penambahan sinyal dan sistem yang dapat memberikan informasi kepada masinis tentang kondisi di depan jalur kereta. Ia menyarankan penggunaan teknologi seperti CCTV yang terhubung langsung dengan masinis, sehingga mereka dapat mengetahui keadaan sejauh 1 hingga 2 kilometer di depan.
Sudjatmiko mengungkapkan bahwa terdapat sekitar 1.000 lintasan yang belum memenuhi standar keselamatan. Ia berharap Kemenhub dan pemerintah daerah dapat berkolaborasi dengan PT KAI untuk memastikan perbaikan, termasuk penyediaan palang pintu otomatis yang sesuai standar. Ia menekankan perlunya langkah-langkah konkret untuk mencegah terulangnya kejadian serupa, terutama di kawasan Jabodetabek.