Radar News - FIFA akan memantau situasi di Iran menyusul dimulainya serangan militer oleh Amerika Serikat, seiring dengan kepastian Iran sebagai peserta Piala Dunia 2026.
Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan dimulainya serangan rudal terhadap Iran, yang disebutnya sebagai operasi tempur besar, pada akhir pekan lalu. Iran telah lolos ke putaran final Piala Dunia melalui Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) dan tergabung di Grup G bersama Belgia, Selandia Baru, dan Mesir.
Menanggapi situasi tersebut, Sekretaris Jenderal FIFA Mattias Grafstrom memberikan pernyataan pada pertemuan umum tahunan Dewan Asosiasi Sepak Bola Internasional di Cardiff, Wales. Grafstrom menyatakan bahwa FIFA akan memantau perkembangan terkait isu ini dan fokus pada penyelenggaraan Piala Dunia yang aman dengan kehadiran semua tim. Ia juga menegaskan akan terus berkomunikasi dengan pemerintah tuan rumah, yaitu Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada, untuk memastikan keselamatan semua pihak.
Iran akan memainkan dua pertandingan di Los Angeles dan satu pertandingan melawan Mesir di Seattle pada 27 Juli mendatang. FIFA menekankan bahwa keselamatan semua tim akan menjadi prioritas dalam persiapan Piala Dunia ini.