Iran Serang Markas Armada 5 AS di Bahrain, Dampak Geopolitik Mencolok
Radar Utama

Iran Serang Markas Armada 5 AS di Bahrain, Dampak Geopolitik Mencolok

Radar News - MANAMA – Konfrontasi militer langsung paling signifikan antara Amerika Serikat dan Iran dalam beberapa dekade terakhir kini meledak di Bahrain.

Seperti dilaporkan oleh laman World News (02/03/2026), analisis citra satelit terbaru menunjukkan kerusakan yang sangat parah di markas besar Armada Kelima Angkatan Laut AS (Naval Support Activity Bahrain) di Manama. Berdasarkan perbandingan visual satelit, dua kubah radar utama dan sejumlah struktur bangunan besar di pangkalan militer tersebut tampak hancur total akibat serangan udara.

Kehancuran berskala besar ini merupakan hasil dari eskalasi militer mematikan pada akhir pekan lalu. Seperti dikutip gcaptain.com (28/02/2026), rentetan rudal dan drone kamikaze dari Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) yang beroperasi di bawah sandi “Janji Setia 4” telah menghantam pusat layanan markas tersebut secara presisi pada hari Sabtu (28/02).

Serangan ini memicu kepulan asap hitam pekat dari fasilitas penyimpanan bahan bakar di Manama. Gempuran balasan destruktif dari Teheran tersebut merupakan respons langsung atas operasi tempur gabungan besar-besaran AS dan Israel yang diluncurkan pada Sabtu pagi.

Merespons hujan rudal balasan yang meluas hingga melintasi wilayah udara Uni Emirat Arab, Qatar, Yordania, dan Kuwait, Kedutaan Besar AS di Bahrain segera mengeluarkan peringatan darurat yang memerintahkan seluruh warganya untuk berlindung di tempat tertutup (shelter-in-place). Pusat Komunikasi Nasional Bahrain turut mengutuk keras serangan terhadap fasilitas di wilayahnya, menyebutnya sebagai “pelanggaran mencolok terhadap kedaulatan dan keamanan Kerajaan”.

>> Mengapa Iran Serang Pangkalan Ini?

Armada Kelima Angkatan Laut Amerika Serikat, yang bermarkas di Bahrain, seperti dikutip dari Military, Senin (2/3), memiliki wilayah operasi yang mencakup hampir 2,5 juta mil persegi perairan. Wilayah ini meliputi Teluk Arab (Teluk Persia), Laut Merah, Teluk Oman, serta sebagian Samudra Hindia.

Kawasan operasinya mencakup 21 negara, termasuk tiga titik cekik (choke point) paling krusial dunia, yakni Selat Hormuz, Terusan Suez, dan Selat Bab el-Mandeb di ujung selatan Yaman. Komando Armada Kelima memegang peran sentral dalam operasi keamanan maritim dan perlindungan jalur pelayaran internasional.

Karena markas Armada Kelima berada di Manama, dekat dengan kawasan sipil, setiap serangan terhadap atau di sekitar fasilitas tersebut membawa implikasi langsung terhadap keamanan negara tuan rumah dan infrastruktur sipil. Pemerintah Bahrain menggambarkan serangan ini bukan hanya sebagai insiden militer, tetapi juga sebagai pelanggaran langsung terhadap kedaulatan nasional.

Selain itu, aksi ini juga ingin memaksa lawan, khususnya Washington dan sekutunya, menghitung ulang biaya dan risiko lanjutan jika terus memaksakan tindakan militer terhadap Iran. Dengan menunjukkan kapasitas untuk menyerang instalasi penting, Iran berupaya menciptakan efek deterrent agar tidak ada lagi langkah militer yang dianggap “murah” atau tanpa konsekuensi besar.

Menurut gcaptain.com, serangan mematikan di Manama ini menempatkan jaringan instalasi militer AS di Teluk Persia tepat di garis bidik, membawa konsekuensi geopolitik yang masif. Bahrain bukan sekadar negara kecil, melainkan jangkar utama pertahanan Barat dengan beberapa fungsi vital sebagai berikut:

1. Pusat Komando Angkatan Laut AS: Fasilitas Dukungan Angkatan Laut di Bahrain adalah pangkalan militer AS paling penting di Timur Tengah. Pangkalan ini menjadi jantung operasional serta pelabuhan asal bagi kapal perang, kapal anti-ranjau, dan kapal logistik armada Washington.

2. Melibatkan Sekutu & Keluarga Militer: Pangkalan ini merupakan fasilitas dukungan krusial bagi angkatan laut sekutu seperti Inggris dan Italia. Lebih dari itu, ini adalah salah satu dari sedikit pangkalan di mana keluarga prajurit AS tinggal berdampingan dengan anggota militer. Ancaman ini bahkan telah memaksa Departemen Pertahanan AS mengeluarkan pemberitahuan evakuasi darurat bagi para tanggungan militer.

3. Urat Nadi Energi Global: Berada di dekat chokepoint strategis Selat Hormuz, serangan di jantung Bahrain membawa ancaman langsung terhadap kelancaran operasi maritim global. Jika eskalasi ini berlanjut, rantai pasokan dan harga energi dunia dipastikan akan mengalami guncangan hebat.

4. Pusat Stabilitas Regional: Agresi lintas batas ini memicu reaksi keras dari Arab Saudi yang menjanjikan solidaritas penuh dengan Bahrain dan negara-negara Teluk lainnya untuk menghadapi Iran. Bahrain kini resmi bertransformasi menjadi arena utama di mana konflik supremasi dan hegemoni Timur Tengah sedang dipertaruhkan. (SF/MT)

You can share this post!