Radar News - Jakarta -
Siapa yang menyangka bahwa kain bekas tak terpakai bisa bernilai puluhan juta Rupiah? Ya, kain bekas bukan berarti sudah tidak ada nilainya lagi. Di tangan yang tepat, kain bekas bisa bernilai tinggi.
Salah satu contohnya seperti yang dilakukan oleh pelaku usaha dari Bandung yaitu Fatchcraft. Fatchcraft merupakan usaha yang dirintis oleh seniman lulusan ITB, Fatchurohman.
Saat sedang berkunjung ke booth Fatchcraft di IFEX 2026, saya bertemu dengan Latifah yang sedang membantu menjaga booth tersebut. Latifah bercerita, Fatchcraft adalah milik pamannya, Fachturohman. Fatchcraft sendiri sudah ada sekitar 25 tahun dengan proses produksi yang dilakukan di Bandung, Jawa Barat.
Yang unik dari kerajinan di booth tersebut adalah penggunaan kain bekas yang didaur ulang menjadi karya seni, mulai dari dompet hingga lukisan.
Untuk proses pembuatan lukisan dari kain bekas itu memiliki proses yang lama, dimulai dari mencacah kain kemudian disusun menggunakan lem sesuai dengan desain. Setelah itu dipotong lagi, lalu ditenun, kemudian dilem lagi baru dikasih background yang menjadi dasar lukisan.
"(Berapa lama produksi lukisan?) Tergantung dari seberapa besarnya lukisan. Biasanya sih rata-rata kalau yang kecil-kecil sekitar 3 bulan, kalau yang agak gedean sekitar 5 bulan," ungkap Latifah saat ditemui awak media dalam pameran IFEX 2026, ICE BSD City, Kamis (5/3/2026).
Untuk pengerjaan satu lukisan dibutuhkan sekitar 4-5 orang. Setiap orangnya memiliki keahliannya masing-masing, misalnya ada yang khusus untuk mengelem kain saja.
Untuk bahan baku kainnya, Latifah mengatakan pihaknya mencari kain-kain di pasar tradisional. Beberapa bahan yang ia dapatkan berasal dari berbagai daerah di Indonesia, seperti dari Banyumas, Pekalongan, Sumatera Barat, serta Sumba.
"Soalnya biasanya kalau di pasar tradisional yang kecil-kecil itu suka ada yang jualan baju-baju bekas begitu. Kayak yang di desa-desa masih banyak yang punya kain-kain yang lawas-lawas gitu kan. Ini kan motifnya sudah jadul banget, sekarang motifnya sudah nggak ada," tuturnya.
Produk-produk Fatchcraft tidak hanya dinikmati pasar lokal saja, melainkan sudah ke mancanegara. Contohnya seperti Jepang, China, serta Timur Tengah.
Untuk harga kerajinan yang diproduksi oleh Fatchcraft memiliki rentang yang beragam, tergantung produknya. Misalnya seperti dompet dan buku tulis dijual Rp 250 ribu, lukisan mini dijual Rp 650 ribu. Sementara untuk lukisannya, dijual tergantung dari ukurannya, ada yang Rp 40 juta, ada juga yang sampai Rp 90 juta.
(abr/das)