Pada periode satu minggu terakhir, Bandara Internasional Sisingamangaraja XII di Silangit mendapat sorotan tajam setelah dua penemuan narkotika jenis sabu masing-masing seberat sekitar 2 kilogram. Temuan pertama terjadi pada 13 Maret 2026, ketika sebuah koper mencurigakan ditemukan tanpa pemilik. Enam hari kemudian, pada 19 Maret 2026, pihak berwenang berhasil mengamankan seorang kurir berinisial AAA (21) yang membawa barang bukti serupa.
Dalam penangkapan pada 19 Maret, AAA mengaku bahwa ia telah beberapa kali berhasil mengirim narkotika melalui jalur udara dengan rincian pengiriman yang mencolok:
Selain itu, tersangka juga mengklaim pernah membawa sekitar 1,3 kilogram sabu melalui jalur lain yang berhasil lolos. Meskipun pengakuan ini masih membutuhkan pembuktian hukum, keterangan tersebut memberikan indikasi adanya jalur distribusi yang mungkin telah dimanfaatkan lebih dari sekali.
Dua kejadian yang berdekatan ini menunjukkan pola yang mencolok. Penemuan sabu pada 13 Maret tanpa pelaku yang diketahui diikuti dengan penangkapan tersangka pada 19 Maret. Kesamaan dalam lokasi dan berat barang bukti memunculkan pertanyaan besar: Apakah kedua peristiwa ini terpisah atau bagian dari pola yang lebih luas?
Bandara Internasional Sisingamangaraja XII memiliki berbagai peralatan pengamanan, antara lain:
Namun, keberadaan alat tidak menjamin keamanan. Efektivitas pengamanan sangat tergantung pada ketelitian operator, disiplin penerapan prosedur operasi standar (SOP), serta konsistensi dalam pengawasan. Seperti yang dinyatakan oleh beberapa pengamat, keamanan tidak hanya ditentukan oleh teknologi, tetapi juga oleh cara teknologi tersebut diterapkan.
Tanggung jawab dalam sistem pengamanan bandara tidak hanya terletak pada aspek teknis semata, tetapi juga pada manajemen operasional secara keseluruhan. Pengelola bandara harus memastikan alat-alat pengamanan berfungsi dengan baik, SOP dilaksanakan secara konsisten, dan evaluasi dilakukan setelah insiden.
Hingga saat ini, pihak media telah mencoba menghubungi humas bandara, M.P, untuk mendapatkan klarifikasi mengenai sistem pengamanan yang dijalankan dan langkah-langkah evaluasi yang akan diambil. Namun, hingga berita ini ditulis, belum ada tanggapan resmi dari Kepala Bandara Internasional Sisingamangaraja XII.
Dengan adanya dua penemuan berulang dalam waktu singkat, jelas bahwa evaluasi terhadap sistem pengamanan di Bandara Silangit menjadi sangat penting. Apakah sistem pengamanan telah dijalankan secara maksimal dan konsisten menjadi pertanyaan yang perlu dijawab untuk mencegah terulangnya kejadian serupa di masa depan.