Kecelakaan Kereta di Bekasi Timur, Dugaan Kelalaian Masinis KA Argo Bromo Anggrek
Sinyal Peristiwa

Kecelakaan Kereta di Bekasi Timur, Dugaan Kelalaian Masinis KA Argo Bromo Anggrek

Radar News - Kecelakaan Kereta Api (KKA) terjadi antara KA 4 Argo Bromo Anggrek dan KRL di Stasiun Bekasi Timur pada Senin malam, mengakibatkan empat orang tewas dan 70 lainnya luka-luka. Ketua Forum Perkeretaapian Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI), Deddy Herlambang, menduga kelalaian masinis KA Argo Bromo Anggrek sebagai penyebab utama kecelakaan ini.

Awal Kejadian

Deddy menjelaskan bahwa insiden ini berawal sekitar 35 menit sebelumnya, ketika sebuah taksi listrik mogok di perlintasan sebidang JPL 85 Ampera. KRL CRRC Jakarta–Cikarang (PLB 5181) bertabrakan dengan taksi listrik tersebut, mengakibatkan KRL PLB 5568a yang berada di belakangnya terhenti dan tidak dapat melanjutkan perjalanan.

Perkembangan

Deddy mencatat bahwa kejadian ini menyebabkan domino effect, di mana tiga rangkaian kereta terlibat dalam insiden beruntun. Menurutnya, masinis KA Argo Bromo Anggrek diduga tidak melihat sinyal berhenti yang seharusnya menginstruksikan untuk berhenti. Deddy juga menekankan bahwa pada lintas KA Jatinegara–Cikarang, sinyal yang menyala merah secara otomatis harusnya diindahkan oleh masinis.

Kondisi Terakhir

Deddy mengingatkan bahwa kecelakaan serupa pernah terjadi pada 2 Oktober 2010 di Stasiun Petarukan, Pemalang, yang juga melibatkan KA Argo Bromo Anggrek. Dia menyoroti perlunya perbaikan sistem keselamatan perkeretaapian, termasuk penerapan perangkat Sistem Keselamatan Kereta Api Otomatis (SKKO) dan mitigasi risiko kecelakaan. MTI menyerukan agar langkah-langkah strategis diambil untuk meningkatkan keselamatan, termasuk pengelolaan risiko, audit sistem pengendalian perjalanan kereta, dan penerapan sistem manajemen keselamatan kereta api yang lebih baik.

You can share this post!