Radar News - Jelang perayaan Natal dan Tahun Baru, sejumlah pedagang di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur, mengeluhkan kenaikan harga pangan pokok. Penjabat Gubernur DKI Jakarta, Heru Budi Hartono, melakukan kunjungan untuk memantau kondisi harga di pasar dan menerima keluhan langsung dari para pedagang.
Dalam kunjungannya, Heru menemui Jumedi, seorang pedagang berusia 52 tahun, yang melaporkan bahwa harga kol telah meningkat dari Rp 5.000 menjadi Rp 7.000 per kilogram dalam dua hari terakhir. Kenaikan harga ini diakibatkan oleh tingginya harga dari daerah asal barang, yaitu Jawa Timur.
Keluhan serupa juga disampaikan oleh Diki Alamsyah, 42 tahun, yang menyatakan bahwa harga cabai rawit merah meningkat dari Rp 30.000 menjadi Rp 45.000 per kilogram dalam waktu tiga hari. Selain itu, Jauhari juga melaporkan kenaikan harga cabai hijau, yang kini menjadi Rp 30.000 dari sebelumnya Rp 20.000-Rp 25.000 per kilogram. Mariyem, pedagang cabai rawit merah, menyebutkan bahwa harga grosir cabai rawit merah naik menjadi Rp 50.000 per kilogram, sedangkan harga eceran kini mencapai Rp 60.000-Rp 65.000 per kilogram.
Pedagang kentang, Mawi, yang telah berjualan di pasar tersebut selama tiga tahun, mengeluhkan kenaikan harga dari Rp 10.000 menjadi Rp 12.000 per kilogram. Ia terpaksa menaikkan harga jualnya menjadi Rp 14.000 per kilogram akibat kenaikan harga beli yang terjadi sejak awal bulan Desember.
Para pedagang berharap kepada Heru agar harga pangan pokok dapat kembali stabil setelah perayaan Nataru, mengingat kenaikan harga yang telah terjadi cukup mengganggu usaha mereka.