Radar News - Pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Banjarmasin menghadapi sejumlah kendala, termasuk pengurangan kuantitas makanan yang disajikan kepada siswa penerima manfaat. Temuan ini diungkapkan oleh Komandan Kodim 1007/Banjarmasin, Letkol Czi Slamet Riyadi, yang menegaskan pentingnya pengawasan untuk memastikan program berjalan sesuai tujuan.
Kodim 1007/Banjarmasin menemukan adanya pelanggaran yang dilakukan oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) terkait pengurangan porsi makanan. Temuan ini mencakup pengurangan lauk dan sayuran yang diterima oleh siswa, yang tidak sesuai dengan standar pelayanan yang seharusnya.
Slamet menjelaskan bahwa meskipun TNI tidak terlibat langsung dalam pengelolaan Program MBG, pihaknya merasa memiliki tanggung jawab moral untuk mengawasi kualitas makanan yang disajikan. Setiap temuan langsung ditindaklanjuti melalui evaluasi untuk mencegah terulangnya masalah serupa. Pengawasan diperketat setelah munculnya kasus gangguan kesehatan pada siswa penerima MBG. Kini, Kodim 1007/Banjarmasin secara rutin melakukan evaluasi bulanan dengan kepala SPPG dan menerjunkan Babinsa untuk pemantauan harian.
Slamet menyatakan bahwa meskipun terdapat sejumlah kekurangan, kondisi pelaksanaan MBG di Banjarmasin saat ini jauh lebih baik dibandingkan dengan awal program. Keluhan dari sekolah maupun siswa juga telah berkurang secara signifikan.