MA AS Cabut Tarif Trump, Negara Mitra Cemas Terhadap Perdagangan
Internasional

MA AS Cabut Tarif Trump, Negara Mitra Cemas Terhadap Perdagangan

Radar News -

detikFinance Berita Ekonomi Bisnis

MA Batalkan Tarif Trump, India hingga Eropa Mulai Ragu dengan AS

Anisa Indraini - detikFinance

Jumat, 27 Feb 2026 14:59 WIB

Jakarta -

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump bersikeras melanjutkan kebijakan tarif resiprokal meski Mahkamah Agung (MA) AS telah membatalkan. Putusan tersebut memicu kebingungan baru terhadap berbagai kesepakatan perdagangan bilateral yang sebelumnya dinegosiasikan Washington dengan mitra global.

Trump mengatakan akan tetap melanjutkan kebijakan tersebut dalam batas-batas hukum yang ada, meski MA memutuskan bahwa presiden telah melampaui wewenangnya dengan memberlakukan tarif terhadap barang dari hampir setiap negara di dunia berdasarkan Undang-Undang Kekuasaan Ekonomi Darurat Internasional (International Emergency Economic Powers Act/IEEPA).

Putusan tersebut secara efektif mencabut dasar hukum bagi tarif yang menjadi fondasi sejumlah kesepakatan dagang bilateral. Setelah putusan keluar, Trump menggantinya dengan tarif 10% berdasarkan Pasal 122 Undang-Undang Perdagangan tahun 1974 yang mulai berlaku Selasa (3/3) dan mengancam akan menaikkan tarif tersebut menjadi 15% berdasarkan pasal yang sama, meski belum jelas kapan kebijakan itu akan diterapkan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sejumlah pemerintah asing kini mulai mengkaji ulang posisi mereka. Jepang yang mendapatkan tarif 15% dengan imbalan investasi US$ 550 miliar ke AS merasa tidak diuntungkan dengan kesepakatan perdagangan ini.

"Tarif universal 10% dapat menimbulkan beban tarif tambahan pada beberapa barang. Mendesak Washington untuk tidak memperlakukan Jepang kurang menguntungkan dalam kesepakatan perdagangan," ujar Menteri Perdagangan Jepang Ryosei Akazawa dikutip dari CNBC, Jumat (27/2/2026).

ADVERTISEMENT

Baca juga: Pengusaha AS Bersorak Menang Dagang dari RI, Trump Dipuji Habis-habisan

India juga menunda rencana untuk menyelesaikan kesepakatan perdagangan sementara, hanya beberapa hari sebelum perjalanan ke Washington. Baru-baru ini Menteri Perdagangan dan Industri India Piyush Goyal mengatakan negaranya akan melanjutkan pembicaraan ketika ada kejelasan lebih lanjut.

Selain itu, Parlemen Uni Eropa menunda pemungutan suara untuk kedua kalinya tentang kesepakatan perdagangan yang akan menetapkan tarif 15% untuk sebagian besar barang Uni Eropa ke AS.

"AS telah melanggar ketentuan kesepakatannya dan Uni Eropa siap untuk membalas jika perlu. Para Pejabat Eropa menyatakan keprihatinan terhadap pungutan terbaru ini, menunjukkan bahwa hal itu dapat mengancam kesepakatan perdagangan yang ditandatangani musim panas lalu," ucap Bernd Lange yang memimpin komite perdagangan Parlemen Eropa.

(fdl/fdl)

tarif trump kebijakan perdagangan mahkamah agung as kesepakatan dagang tarif resiprokal

Berita Terkait

Berita detikcom Lainnya

detikFood

Lahiran Anak Pertama, Amanda Manopo Pernah Ngidam Rujak hingga Keripik

detikTravel

Terungkap Sudah Fungsi Kepingan Emas yang Ditemukan di Candi Losari

Sepakbola

Sebahagia Itu John Herdman Lihat Timnas Indonesia Nggak Kebobolan

detikFinance

3 Dampak Kenaikan Harga Pertamax ke Konsumen

Wolipop

Influencer Seni Ditemukan Tewas di Hotel Setelah Jalani Operasi Plastik

detikInet

Bawa Teknologi AI dan Robot Humanoid, Agibot Ekspansi ke Indonesia

detikOto

BYD Ingin Jadi Raja Otomotif Dunia Dalam 5 Tahun

Tag Terpopuler

#

harga bbm

#

harga pertamax green

#

penyesuaian harga

#

bank indonesia

#

suku bunga

part of

Connect With Us

Copyright @ 2026 detikcom.

All right reserved

Kategori

detikNews

detikEdukasi

detikFinance

detikInet

detikHot

detikSport

Sepakbola

detikOto

detikProperti

detikTravel

detikFood

detikHealth

Wolipop

detikX

20Detik

detikFoto

detikHikmah

detikPop

Layanan

berbuatbaik.id

Pasang Mata

Adsmart

detikEvent

Signature Awards

Trans Snow World

Trans Studio

Bingkai.id

Ziswafctarsa.id

Flying Over Indonesia

For Your Business

rekomendit

Community Connect

Informasi

Redaksi

Pedoman Media Siber

Karir

Kotak Pos

Media Partner

Info Iklan

Privacy Policy

Disclaimer

Jaringan Media

CNN Indonesia

CNBC Indonesia

Haibunda

Insertlive

Beautynesia

Female Daily

CXO Media

You can share this post!