Radar News - Kecelakaan maut antara KA Argo Bromo Anggrek dan kereta rel listrik (KRL) di Stasiun Bekasi Timur, Jawa Barat, memicu perhatian publik terkait kondisi sinyal kereta yang dianggap tidak berfungsi dengan baik.
Kecelakaan terjadi saat KRL rute Jakarta-Cikarang menunggu proses evakuasi taksi listrik hijau yang mogok di perlintasan rel Cikarang-Jakarta. Dalam situasi tersebut, KA Argo Bromo Anggrek melaju dan menabrak gerbong belakang KRL yang sedang berhenti di peron stasiun.
Salah satu akun di media sosial mempertanyakan kenapa sinyal di Stasiun Bekasi menunjukkan hijau, yang memungkinkan KA Argo Bromo Anggrek melanjutkan perjalanan dengan kecepatan penuh. Menanggapi isu tersebut, Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menyatakan bahwa investigasi sepenuhnya diserahkan kepada Komisi Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) dan menegaskan pentingnya tidak berspekulasi mengenai penyebab kecelakaan.
Kecelakaan ini menyebabkan 14 penumpang perempuan di gerbong khusus meninggal dunia, sementara 84 orang lainnya yang mengalami luka-luka telah dievakuasi dan mendapatkan perawatan medis di rumah sakit.