Radar News - Kelangkaan minyak tanah yang terjadi 21 tahun lalu menarik perhatian berbagai pihak, termasuk Komisi B DPRD Bojonegoro yang melakukan inspeksi mendadak ke pangkalan minyak tanah.
Berdasarkan arsip Jawa Pos Radar Bojonegoro edisi 6 Juni 2005, dua anggota Komisi B DPRD melakukan sidak untuk mengetahui penyebab kelangkaan minyak tanah di beberapa wilayah Bojonegoro. Sidak ini dilakukan sebagai respons terhadap keluhan masyarakat mengenai minimnya pasokan.
Wakil Ketua Komisi B, Budiono, berharap Pertamina dapat meningkatkan pasokan minyak tanah ke pangkalan dan agen-agen di Bojonegoro. Ia mencatat bahwa pasokan yang ada selama ini terbatas, sementara permintaan terus meningkat, terutama pada hari libur dan hari besar. Menurutnya, petani lebih memilih minyak tanah untuk mesin diesel karena harganya lebih terjangkau dibandingkan solar, yang saat itu mengalami kenaikan harga.
Budiono mengusulkan agar pengusaha peminjaman diesel yang menggunakan bahan bakar irex dapat mengajukan permintaan pasokan minyak tanah langsung ke Depo Pertamina, melalui mekanisme yang melibatkan kepala desa, camat, dan bupati. Ia juga mendesak Dinas Perdagangan agar membantu pengusaha irigasi dalam mendapatkan pasokan minyak tanah untuk kebutuhan irigasi, sehingga pasokan di pangkalan dapat difokuskan pada rumah tangga.