KENDARIPOS.CO.ID -- Pembangunan Gedung Kantor Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra) kini memasuki tahap akhir. Hingga awal 2026, progres fisik proyek strategis tersebut telah mencapai 99 persen dan secara umum dinilai siap untuk digunakan.
Meski demikian, pekerjaan pada bagian interior masih belum dilaksanakan. Pemerintah Provinsi Sultra memilih untuk menunda penganggaran tahap akhir tersebut karena tengah memfokuskan diri pada proses audit pembangunan sebelumnya.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Cipta Karya, Bina Konstruksi, dan Tata Ruang Sultra, Tommy Putra Alamsyah, menjelaskan pembangunan kantor gubernur dilakukan secara bertahap selama tiga tahun, mulai 2022 hingga 2024.
“Pembangunan tahap pertama pada 2022 menelan anggaran Rp27,6 miliar, tahap kedua pada 2023 sebesar Rp120,2 miliar, dan tahap ketiga pada 2024 sebesar Rp16,7 miliar,” ujar Plt Kepala Dinas Cipta Karya, Bina Konstruksi, dan Tata Ruang Sultra, Tommy Putra Alamsyah saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu (4/2).
Dia menegaskan, secara struktur dan kelengkapan utama, gedung tersebut telah rampung dan siap mendukung aktivitas pemerintahan. Nantinya, kantor baru ini akan menjadi pusat pelayanan dan koordinasi bagi organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkup Pemprov Sultra.
Namun, pada tahun anggaran 2026, pemerintah daerah belum mengalokasikan dana khusus untuk pekerjaan interior. Hal ini berkaitan dengan kewajiban menyelesaikan proses evaluasi dan audit terhadap pelaksanaan proyek sebelumnya.
“Tahun ini kami fokus menyelesaikan audit, terutama terkait kegiatan tahun 2024, termasuk memastikan seluruh purchase order telah terealisasi sesuai ketentuan,” jelasnya.