Radar News - BORNEONEWS, Jakarta – Gaya hidup sehat tidak hanya ditentukan oleh pola makan dan aktivitas fisik, tetapi juga dipengaruhi oleh kondisi lingkungan tempat tinggal maupun tempat bekerja.
Arsitek dan urban designer Adjie Negara mengatakan lingkungan bangunan dapat menjadi sumber paparan berbagai zat yang berpotensi memengaruhi kesehatan jangka panjang serta kesejahteraan penghuninya.
Menurut dia, seiring perkembangan teknologi dan industri, banyak produk rumah tangga hingga material bangunan menggunakan bahan kimia untuk meningkatkan fungsi serta daya tahan produk.
Karena itu, masyarakat perlu memahami jenis serta potensi dampak bahan kimia tersebut agar dapat menggunakan material secara lebih bijak dan aman.
Adjie menjelaskan, perencanaan bangunan seharusnya memperhatikan sejumlah aspek penting, seperti pencahayaan alami, sirkulasi udara yang baik, serta keberadaan elemen hijau di sekitar hunian.
“Elemen tersebut tidak hanya berfungsi sebagai sumber oksigen, tetapi juga dapat membantu meredakan stres dan mendukung kesehatan mental penghuni,” ujarnya di Jakarta, Sabtu, 14 Maret 2026.
Ia juga menekankan pentingnya memilih material bangunan yang aman dan minim risiko kesehatan. Pemilihan bahan perlu diperhatikan mulai dari atap, dinding, hingga lantai yang akan bersentuhan langsung dengan penghuni.
Material bangunan, kata dia, dapat memengaruhi kesehatan melalui berbagai cara, baik melalui kontak langsung dengan kulit, terhirup melalui pernapasan, maupun melalui saluran air yang digunakan di rumah.
Hal tersebut menjadi lebih penting jika rumah dihuni oleh orang dengan kondisi kesehatan tertentu, seperti penderita asma, yang perlu menghindari paparan bahan kimia tertentu.
Adjie menambahkan salah satu sumber paparan bahan kimia berbahaya dapat berasal dari material yang mengandung timbal atau lead, yang terkadang terdapat pada pipa air maupun cat berbasis pigmen timbal.
Paparan timbal dalam jangka panjang berpotensi menimbulkan dampak kesehatan, terutama jika material tersebut digunakan secara luas di dalam rumah.
Saat ini, lanjut dia, sudah tersedia banyak alternatif material yang lebih aman, seperti cat berbasis air (water based) yang bersifat non-toksik dan lebih ramah bagi kesehatan penghuni.
Sementara itu, dokter spesialis anak Reza Fahlevi menambahkan bahwa lingkungan yang sehat memiliki peran penting dalam menjaga kesehatan keluarga, terutama bagi anak-anak yang masih dalam masa pertumbuhan.
Ia menekankan pentingnya menciptakan lingkungan yang aman selama periode 1.000 Hari Pertama Kehidupan, yang sangat berpengaruh terhadap tumbuh kembang anak.
“Anak-anak berada pada fase eksplorasi dengan bermain. Karena itu, lingkungan tempat mereka beraktivitas, baik di rumah, taman bermain, maupun sekolah harus dipastikan aman,” katanya.
Menurut Reza, dalam masa eksplorasi tersebut anak berpotensi terpapar material berbahaya dari lingkungan sekitar, misalnya melalui tangan yang kemudian masuk ke mulut atau melalui udara yang terhirup.
Karena itu, Adjie Negara dan Reza Fahlevi sepakat bahwa rumah merupakan investasi jangka panjang, sehingga pembangunan hunian yang aman dan sehat sangat penting untuk mendukung tumbuh kembang anak serta kesejahteraan keluarga.