Tanjung Selor - Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) telah membentuk tim pemantauan vaksinasi Covid-19 yang akan bertugas secara mobile, menjangkau hingga ke desa-desa. Tim ini bertujuan untuk memastikan ketersediaan dan distribusi vaksin Covid-19 yang aman dan merata di seluruh wilayah.
Gubernur Kaltara, Drs. H. Zainal Arifin Paliwang, SH., M.Hum, menjelaskan bahwa tim mobile ini tidak hanya terfokus pada satu daerah, tetapi akan bergerak dari satu lokasi ke lokasi lain secara berkala. "Misalnya, jika hari ini tim berada di Tanjung Palas, besoknya bisa ke Pimping, lalu ke Tanah Kuning, dan seterusnya," ucapnya saat ditemui di Tanjung Selor.
Dalam situasi sulit seperti saat ini, Zainal menekankan pentingnya kehadiran pemerintahan di tengah masyarakat yang membutuhkan dukungan. Ia mengungkapkan, pada kunjungan sebelumnya ke Krayan, ia melihat tingginya antusiasme masyarakat dalam mengikuti vaksinasi, yang sayangnya menyebabkan kekurangan dosis vaksin di daerah perbatasan dan pedalaman.
Untuk mengatasi kekurangan tersebut, Zainal yang juga menjabat sebagai Ketua Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Kaltara, telah menginstruksikan Dinas Kesehatan (Dinkes) untuk mempercepat pengiriman vaksin ke daerah yang membutuhkan. "Vaksin yang didrop nanti akan digunakan untuk menyuntik masyarakat yang belum mendapatkan vaksin," tambahnya.
Gubernur juga mengajak semua pihak, termasuk Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), untuk bersama-sama mendukung pelaksanaan vaksinasi guna mencapai herd immunity dan memutus rantai penularan Covid-19. "Mari kita bersama-sama untuk mendukung pelaksanaan vaksinasi Covid-19 ini agar target herd immunity bisa segera tercapai," ujarnya.
Stok vaksin di Kaltara saat ini masih tersedia. Zainal telah menginstruksikan Dinkes untuk mengusulkan penambahan jatah vaksin dari pemerintah pusat. Menurut Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Kaltara, Agust Suwandy, pada 30 Agustus 2021, total sisa vaksin di Kaltara mencapai 19.264 vial, yang terdiri dari berbagai jenis vaksin.
Realita vaksinasi dosis pertama baru mencapai 127.196 atau 23,92 persen dari total sasaran estimasi sebanyak 531.726. Sementara itu, realisasi vaksinasi dosis kedua mencapai 65.573 atau 12,33 persen, dan dosis ketiga sebesar 3.198 atau 0,60 persen.