RRI.CO.ID, Batam - Tenaga Ahli Kementerian UMKM, Noval Abuzarr, menilai identitas merek pelaku usaha di Batam masih perlu diperkuat. Hal ini disampaikan dalam talkshow terkait brand identity dan daya saing ekonomi kreatif.
Menurut Noval, Batam sebagai kota sebenarnya sudah memiliki identitas yang kuat sejak lama. Kota ini dikenal sebagai kawasan industri, perdagangan, dan kawasan khusus yang memiliki posisi strategis secara nasional.
Ia menyebut, identitas tersebut bahkan telah terbentuk sejak awal pembangunan Batam. Branding kota dinilai sudah mapan dan dikenal luas hingga tingkat nasional.
Namun demikian, Noval menilai kekuatan identitas tersebut belum sepenuhnya diikuti oleh para pelaku usaha di dalamnya. Menurutnya, turunan brand di tingkat masyarakat dan UMKM masih belum banyak berkembang.
“Pertanyaannya adalah bagaimana turunan dari kota itu sendiri yaitu para warganya, UMKM-nya, pengusahanya. Ini yang saya pikir secara identity itu masih belum banyak,” katanya.
Ia menilai kondisi ini menjadi tantangan sekaligus peluang bagi pelaku ekonomi kreatif di Batam untuk mulai membangun identitas usaha masing-masing.
Dengan identitas yang kuat, pelaku usaha diharapkan tidak hanya dikenal secara lokal, tetapi juga mampu bersaing di tingkat nasional.