Pasar kripto menunjukkan tanda-tanda pemulihan dengan meningkatnya aktivitas leverage di Ethereum. Indikator Estimated Leverage Ratio (ELR) mencatat kenaikan yang signifikan, mencerminkan kembali minat risiko di kalangan trader setelah periode tekanan pasar yang berkepanjangan.
Dalam sepekan terakhir, Bitcoin mengalami kenaikan sekitar 8,6%, sementara Ethereum mencatat lonjakan yang lebih tinggi dengan persentase kenaikan mencapai 13,9%. Data dari Crypto Quant menunjukkan bahwa peningkatan ini mencerminkan kembali minat investor terhadap aset kripto berisiko, didorong oleh arus dana institusional yang mengalir melalui produk ETF.
Indikator utama yang diperhatikan adalah Estimated Leverage Ratio (ELR), yang mengukur penggunaan leverage di pasar derivatif Ethereum. Setelah mengalami penurunan tajam akibat likuidasi besar pada Oktober 2025, ELR kini kembali meningkat dan mencapai sekitar 0,69 pada pertengahan Maret 2026. Sebelumnya, rasio ini sempat anjlok dari 0,56 menjadi 0,41, mencerminkan penurunan leverage sebesar 27% akibat likuidasi besar-besaran.
Kenaikan ini menunjukkan bahwa trader mulai berani mengambil posisi dengan leverage yang lebih tinggi. Menurut Tim Research Tokocrypto, hal ini dapat dianggap sebagai sinyal positif karena menunjukkan bahwa likuiditas dan selera risiko kembali mengalir ke Ethereum. Namun, mereka juga mengingatkan bahwa pertumbuhan cepat dalam penggunaan leverage dapat membuat pasar semakin rentan terhadap likuidasi baru.
Peristiwa likuidasi pada bulan Oktober lalu merupakan salah satu yang terbesar dalam sejarah kripto, dengan lebih dari US$19 miliar posisi leverage terlikuidasi dalam waktu 24 jam. Kejadian ini sempat mereset struktur pasar dan menurunkan eksposur risiko secara signifikan. Namun, pemulihan ELR saat ini menunjukkan bahwa pasar mulai kembali membangun eksposur leverage secara bertahap.
Peningkatan leverage umumnya mencerminkan meningkatnya kepercayaan trader terhadap arah pasar. Nilai ELR yang lebih tinggi menunjukkan bahwa posisi terbuka di pasar derivatif tumbuh lebih cepat dibandingkan cadangan aset di bursa, yang dapat meningkatkan volatilitas. Kondisi ini menandakan bahwa pelaku pasar mulai kembali berspekulasi terhadap pergerakan harga Ethereum.
Dengan meningkatnya sentimen positif, Ethereum dan Bitcoin kembali menjadi aset utama dalam fase risk-on. Namun, kenaikan leverage ini juga membawa risiko yang lebih tinggi, termasuk potensi likuidasi jika terjadi pergerakan harga yang tajam. Sementara itu, sebagian investor yang lebih konservatif mungkin akan mencari alternatif seperti aset berbasis emas digital.
Arah pasar ke depan akan sangat bergantung pada keberlanjutan arus dana institusional serta stabilitas kondisi makroekonomi global.