Ukuran Font
Kecil Besar
PONTIANAK – Perayaan Imlek yang berdekatan dengan bulan suci Ramadan dinilai menjadi momentum strategis untuk mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat, khususnya sektor UMKM di Kalimantan Barat.
Pengamat ekonomi, Muhammad Fahmi, mengatakan dua momen besar ini secara langsung memicu peningkatan konsumsi masyarakat yang berdampak pada perputaran ekonomi daerah.
Polresta Bulungan Gelar Baksos Serentak Sambut Ramadan 1446 H 27/02/2025
“Kalau kita merujuk pada teori ekonomi, pertumbuhan ekonomi itu salah satunya dipicu oleh konsumsi masyarakat. Nah, Imlek dan Ramadan ini jelas meningkatkan konsumsi, mulai dari kuliner, aksesoris, hingga berbagai event perayaan,” ujarnya, saat ditemui di Pasar Juadah, Masjid Raya Mujahidin, Jalan Ahmad Yani, Pontianak, Kalbar, Jumat (20/2/2026).
Menurut Fahmi, perayaan Imlek identik dengan tradisi makan bersama, kunjungan keluarga, hingga penyediaan berbagai hidangan khas yang sebagian besar dipasok oleh pelaku UMKM.
Hal yang sama juga terjadi saat Ramadan. Aktivitas berburu takjil, kebutuhan berbuka puasa, hingga persiapan Lebaran menjadi faktor pendorong lonjakan transaksi di sektor usaha mikro dan kecil.
Kolase Journalist Camp 2025 Angkat Isu Ragam Hayati 23/08/2025
Ia mencontohkan kegiatan bazar dan ekonomi syariah yang digelar di kawasan Masjid Mujahidin, hasil kolaborasi berbagai pihak termasuk Bank Indonesia dan Komite Daerah Ekonomi dan Keuangan Syariah (KDEKS) Kalbar.
“Ini memicu pertumbuhan konsumsi masyarakat dan otomatis menggerakkan pertumbuhan ekonomi di Kalimantan Barat,” jelasnya.
Secara nasional, Fahmi menyebutkan potensi belanja masyarakat selama momentum Imlek dan Ramadan diperkirakan mencapai sekitar Rp9 triliun. Ia optimistis Kalimantan Barat turut merasakan dampak signifikan, mengingat tingginya mobilitas masyarakat yang pulang dan berkumpul bersama keluarga.
Basri Janjikan Eks Lapangan MTQ Parikesit Jadi Sentral UMKM 03/06/2024
Namun demikian, ia menekankan pentingnya peran pemerintah dalam menjaga stabilitas harga dan ketersediaan barang agar tidak terjadi lonjakan inflasi berlebihan.
“Pemerintah harus memastikan pasokan aman. Kalau barang kurang, itu bisa memicu inflasi. Sejauh ini kita lihat ketersediaan barang di Kalimantan Barat relatif terjaga,” pungkasnya.*
Topik
BankIndonesia EkonomiKalbar Imlek KDEKS MasjidMujahidin MuhammadFahmi PasarJuadah Pontianak Ramadan umkm
Tim Redaksi