Mei Amelia R - detikNews
Pelalawan -
Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan menyampaikan ada titik terang terkait kasus pembunuhan gajah tanpa kepala yang ditemukan di areal konsesi PT RAPP Distrik Ukui, Desa Lubuk Kembang Bunga, Kecamatan Ukui, Kabupaten Pelalawan. Polda Riau akan mengumumkan hasil penyidikan kematian gajah tersebut pekan depan.
"Nanti insyaallah hari Selasa akan kita umumkan terkait kematian atau pembunuhan atau penembakan terhadap gajah di tempat yang mungkin 10 atau 15 kilometer dari sini," ujar Irjen Herry Heryawan di Tesso Nilo, Pelalawan, Kamis (26/2/2026).
Kapolda Riau menyampaikan upaya pihaknya keseriusan jajarannya dalam upaya melestarikan alam dan ekosistemnya. "Kami terus berupaya melakukan upaya-upaya melestarikan ekosistem di sini termasuk gajah," katanya.
40 Saksi Diperiksa
Sebelumnya, Kabid Humas Polda Riau Kombes Zahwani Pandra Arsyad mengatakna saat ini tim penyidik gabungan dari Ditreskrimsus Polda Riau dan Polres Pelalawan telah meminta keterangan dari 40 orang saksi, baik itu karyawan PT RAPP maupun masyarakat sekitar.
"Dari 40 saksi ini sudah mengarah kepada titik terang, yang tentunya doa bersama, kami berharap dukungan masyarakat di Riau jangan sampai ada lagi terjadi perburuan liar," ujar Kombes Pandra dalam keterangannya, Kamis (19/2).
Baca juga: Polda Riau Tegaskan Kasus Gajah Dibunuh Masih Diproses, 40 Saksi Diperiksa
Kombes Pandra mengakui pihaknya sedikit terkendala dalam menyelidiki informasi terkait pelaku. Salah satu kendalanya karena gajah ditemukan dalam kondisi mulai membusuk.
"Sementara hasil nekropsi dipastikan bahwa gajah itu mati lebih dari 10 hari (sebelum ditemukan). Inilah kendala-kendala tersebut tentunya sangat sulit, tetapi kami berupaya semaksimal mungkin mengungkap," jelas Kombes Pandra.
Kombes Pandra mengatakan saat ini sudah ada 40 orang saksi yang telah dimintai keterangan terkait kasus ini. Dari keterangan para saksi ini, polisi mulai menemukan titik terang.
"Dari 40 orang saksi sudah memberikan keterangannya, dan dari hasil keterangannya ini ada terangnya suatu kasus ini dan kami mohon dukungannya untuk segera mengungkap baik itu eksekutor maupun semua yang berkaitan dengan perburuan gajah tersebut," jelasnya.
Telusur Sindikat Penjual Gading
Dalam upaya melacak pembunuh gajah, Polda Riau dan Polres Pelalawan telah melakukan upaya maksimal. Salah satunya dengan menelusuri jalur distribusi penjualan gading gajah.
"Jalur-jalur pendistribusian yang patut diduga adanya pelaku melakukan penjualan gading gajah atau hewan yang dilindungi tersebut kami telusuri," jelasnya.
Baca juga: Kematian Gajah Tanpa Kepala Masih Diusut, Jalur Pemburu Liar Disisir
Gajah Mati Ditembak
Kematian gajah Sumatera ini mengundang perhatian publik. Gajah mati ditembak dengan kondisi sebagian kepala hilang mulai dari mata, belalai, dan kedua gadingnya.
Bangkai gajah liar tersebut ditemukan oleh warga, pada Senin (2/2/2026) malam. Hasil nekropsi (bedah bangkai) ditemukan adanya proyektil pada tengkorak belakang gajah yang menandakan bahwa gajah liar tersebut tidak mati secara alami, melainkan dibunuh.
Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan menegaskan bahwa pihaknya berkomitmen kuat untuk mengungkap pelaku perburuan satwa yang dilindungi, termasuk kasus kematian gajah yang terjadi di wilayah Kabupaten Pelalawan beberapa waktu lalu.
Polda Riau memastikan proses pengungkapan akan terus dilakukan secara bertahap dan berkelanjutan. Polda Riau juga mengajak masyarakat untuk berperan aktif dalam mencegah perburuan liar dengan melaporkan segala aktivitas mencurigakan kepada kantor kepolisian terdekat atau melalui layanan call center Polri 110.
Baca juga: Persempit Ruang Gerak Pemburu, Polisi Telusur Penjual Gading Gajah di Riau
Lihat juga Video: Anak Gajah Ditemukan Mati di Tesso Nilo, Kapolda Riau Cek Lokasi
[Gambas:Video 20detik]
Halaman 2 dari 2
(mea/dhn)
polda riau gajah dibunuh perburuan liar gajah sumatera melindungi tuah menjaga marwah