Radar News - 1. Visual yang memukau, tapi cerita tersendat-sendat
Secara teknis, Project Y sangat enak dipandang. Warna-warna neon khas malam Gangnam, pencahayaan kontras, dan desain set jalanan yang detail menciptakan atmosfer noir yang kuat. Soundtrack serta desain suaranya pun solid, memperkuat ketegangan dalam banyak adegan.
Babak pertama berjalan cukup mulus. Namun masalah mulai muncul di babak kedua. Alur terasa menurun dengan penambahan subplot yang terus-menerus, termasuk konflik panjang dengan sosok ibu yang terasa aneh dan tidak terlalu relevan.
Akhirnya pun kurang memuaskan. Banyak konflik seolah dibangun untuk klimaks besar, tetapi penyelesaiannya terasa datar. Beberapa adegan pertarungan yang seharusnya menjadi puncak justru tampak kurang menggigit secara emosional.
2. Chemistry Han So Hee dan Jeon Jong Seo jadi penyelamat
Kekuatan terbesar film ini jelas terletak pada dua pemeran utamanya. Han So Hee dan Jeon Jong Seo tampil kompak sebagai anti-hero yang nekat, impulsif, tapi tetap manusiawi. Meski karakter mereka sering membuat keputusan sembrono, penonton tetap bisa bersimpati.
Gaya makeup dan busana keduanya pun sangat kontras, namun sama-sama kuat secara visual. Mereka tidak menjadi karakter " badass" yang tak kenal kalah, melainkan dua perempuan yang panik, salah langkah, dan sering tidak kompeten dalam menjalankan rencana. Justru ketidaksempurnaan itulah yang membuat karakter mereka terasa lebih realistis.
Penampilan Jung Young Joo sebagai algojo bernama Bull juga mencuri perhatian. Dengan kepala plontos dan riasan gelap, ia menghadirkan sosok antagonis yang menyeramkan dan berbeda dari peran-peran yang biasa ia mainkan.
3. Apakah Project Y layak ditonton?
Secara keseluruhan, Project Y adalah film yang menghibur tetapi tidak sepenuhnya memuaskan. Visual, audio, dan chemistry pemain utamanya berhasil menjaga perhatian penonton hingga akhir. Namun, inkonsistensi nada cerita dan resolusi yang kurang kuat membuat film ini terasa mengecewakan.
Di Korea Selatan sendiri, film ini gagal menembus 10 besar box office dan hanya meraih sekitar 139 ribu penonton pada minggu kedua, jauh dari titik impas satu juta penonton. Kritik pedas pun mengalir, menyebut film ini dangkal secara narasi meski menarik secara gaya.