Tak hanya berprestasi di luar negeri, keduanya juga tampil dalam peringatan Hari Kemerdekaan RI ke-78 di Istana Negara pada 2023, membawakan lagu-lagu nasional Indonesia. Mereka juga terlibat dalam kegiatan kebudayaan dan diplomasi, termasuk acara yang menghadirkan karya komponis Indonesia Ananda Sukarlan.
Penampilan mereka di forum diplomatik dan konser lintas negara menunjukkan peran strategis generasi muda diaspora sebagai duta budaya. Di tengah dinamika global, kiprah Raelene dan Reo menjadi bukti bahwa identitas kebangsaan tetap dapat dijaga dan diperkuat melalui prestasi.
Meski memiliki jadwal latihan yang padat, keduanya tetap menjalani kehidupan remaja seperti biasa. Raelene gemar berolahraga, sementara Reo tertarik pada pemrograman komputer. Dukungan keluarga menjadi fondasi penting dalam menjaga keseimbangan antara pendidikan formal dan karier musik.
Orang tua Raelene dan Reo, Rosa Siburian menegaskan bahwa pencapaian anak-anak mereka bukan semata tentang kompetisi, melainkan tentang proses, disiplin, dan identitas.
“Kami selalu menanamkan bahwa sebesar apa pun panggungnya, mereka tetap anak Indonesia. Prestasi itu penting, tapi karakter dan kecintaan pada Tanah Air jauh lebih utama,” ujar Rosa.
Ia menambahkan, kehidupan di Belanda memberi akses pendidikan musik yang baik, namun nilai-nilai Indonesia tetap menjadi fondasi di rumah.
“Kami ingin mereka tumbuh sebagai warga dunia yang percaya diri, tapi tetap tahu dari mana asalnya. Setiap kali mereka memainkan lagu Indonesia di luar negeri, itu adalah momen yang sangat membanggakan bagi kami sebagai orang tua,” pungkasnya.
Prestasi kakak-beradik ini menjadi inspirasi bagi generasi muda Indonesia, baik di dalam maupun luar negeri, bahwa kerja keras, disiplin, dan kecintaan pada Tanah Air dapat berjalan beriringan.