Rapat Koordinasi Pimpinan Tempel Fokus Keamanan dan Pembangunan Menuju Perayaan Takbiran
Nasional

Rapat Koordinasi Pimpinan Tempel Fokus Keamanan dan Pembangunan Menuju Perayaan Takbiran

Radar News - Sleman — Stabilitas wilayah dan akselerasi program pembangunan menjadi fokus utama dalam Rapat Koordinasi Pimpinan (Rakorpin) yang digelar di Pendopo Kapanewon Tempel, Kabupaten Sleman, pada Senin (23/2/2026). Forum strategis ini mempertemukan berbagai unsur pimpinan lintas sektor, mulai dari jajaran Kapanewon, TNI, Polri, hingga para Lurah dari tujuh kalurahan, guna menyelaraskan langkah kebijakan menjelang momentum sosial keagamaan dan transisi kepemimpinan di tingkat lokal.

Keamanan lingkungan menjadi salah satu isu krusial yang dibahas dalam pertemuan tersebut. Kapolsek Tempel, Gunawan Setyabudi, memberikan peringatan keras terkait potensi gangguan ketertiban masyarakat, terutama menjelang perayaan malam takbiran. Pihaknya kini meningkatkan intensitas patroli rutin dari malam hingga pagi hari untuk mencegah aksi kriminalitas, termasuk merespons kasus pencurian ternak yang sempat terjadi di wilayah Pringapus.

“Kami mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan bersama. Aktivitas berisiko seperti perang sarung, penggunaan knalpot bising, maupun penyulutan petasan harus dihindari karena berpotensi memicu konflik dan memakan korban. Keamanan wilayah ini adalah hasil kolaborasi antara warga, tokoh masyarakat, dan aparat, sehingga peran aktif semua pihak sangat kami butuhkan,” ujar Gunawan Setyabudi saat memaparkan kondisi kamtibmas.

Dari sisi pembangunan infrastruktur, Danramil Tempel, Edi Widodo, melaporkan progres positif pada program KDMP tahap pertama di Tambakrejo yang kini telah menyentuh angka 48 persen. Ia juga memastikan program penguatan ketahanan pangan di wilayah tersebut berjalan tanpa kendala berarti. TNI berkomitmen untuk terus mengawal pelaksanaan fisik di lapangan agar manfaatnya dapat segera dirasakan oleh warga, terutama di wilayah Mororejo dan Pondokrejo yang menjadi sasaran tahap berikutnya.

Sementara itu, Panewu Tempel, Dakiri, menginstruksikan seluruh jajarannya untuk memprioritaskan percepatan penurunan angka stunting dan ketepatan waktu dalam pelaksanaan Musrenbang kalurahan. Ia menekankan bahwa akuntabilitas kinerja Lurah dan Badan Permusyawaratan Kalurahan harus diperkuat agar pelayanan publik semakin transparan. Dakiri mengingatkan bahwa pembangunan ekonomi dan kesehatan masyarakat membutuhkan keterlibatan kolektif yang konsisten.

“Pembangunan tidak bisa berjalan sendiri-sendiri. Semua unsur, mulai dari birokrasi hingga kelompok informasi masyarakat, harus bergerak bersama agar hasilnya nyata dirasakan masyarakat. Saya meminta koordinasi lintas lembaga dalam penanganan stunting dan administrasi kependudukan semakin dipertajam demi kesejahteraan warga Tempel,” tegas Dakiri dalam arahannya.

Pertemuan ini juga menjadi momen emosional bagi jajaran pimpinan di Tempel, karena Dakiri sekaligus berpamitan secara resmi kepada seluruh peserta rapat. Setelah delapan bulan memimpin wilayah tersebut, ia akan memasuki masa purna tugas pada akhir Februari 2026. Meskipun akan terjadi transisi kepemimpinan, ia berharap sinergi yang telah terbangun kuat antara instansi pemerintah dan masyarakat tetap terjaga demi keberlanjutan program-program strategis di masa mendatang.

Rakorpin ini ditutup dengan kesepakatan seluruh elemen untuk menjaga kondusivitas wilayah serta memastikan pelayanan publik tetap berjalan prima selama masa transisi. Model tata kelola kolaboratif yang dipraktikkan di Kapanewon Tempel ini diharapkan dapat terus menjadi rujukan dalam merespons cepat berbagai persoalan sosial dan keamanan di tingkat akar rumput secara efektif. (SBD/KIM SENYUM TEMPEL)

Post Views: 77

Bagikan:

You can share this post!