Radar News - Nabire (ANTARA) - Badan Gizi Nasional (BGN) Wilayah Nabire mewajibkan seluruh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) membeli produk dari usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) lokal guna mendukung ekonomi daerah dalam penyediaan Makan Bergizi Gratis MBG).
Koordinator Wilayah BGN Nabire Marsel Asyerem di Nabire, Kamis, mengatakan setiap dapur SPPG tidak diperkenankan membeli makanan pabrikan dari perusahaan besar, khususnya untuk paket menu sehat kering.
“SPPG wajib membeli produk UMKM lokal seperti roti rumahan, lontar, perkedel dan makanan lokal lainnya. Kalau masih ditemukan produk pabrikan, akan kami tegur. Bahkan masyarakat juga kami minta melaporkan jika masih ada,” ujarnya.
Menurut dia, kebijakan tersebut merupakan arahan pemerintah pusat agar program MBG tidak hanya berdampak pada pemenuhan gizi anak, tetapi juga meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat secara luas.
Ia menjelaskan program MBG di Papua Tengah mampu menggerakkan ekonomi daerah melalui belanja bahan baku pangan lokal, membuka lapangan kerja, serta mendorong pertumbuhan UMKM dan koperasi.
Saat ini, pelaksanaan MBG melalui SPPG di Nabire telah menyerap 564 tenaga kerja dengan peredaran uang mencapai sekitar Rp11 miliar per bulan.
“Sekarang sudah ada 11 SPPG yang beroperasi di Nabire. Setiap SPPG mendapatkan anggaran sekitar Rp1 miliar per bulan baik untuk operasional maupun belanja bahan makanan, sehingga total peredaran uang sekitar Rp11 miliar setiap bulan,” katanya.
Marsel menambahkan dana tersebut menjadi peluang pasar baru bagi pelaku usaha lokal karena seluruh kebutuhan bahan pangan dalam program MBG diwajibkan diserap dari produk masyarakat setempat.
Program MBG di Nabire saat ini menyasar lebih dari 22.000 penerima manfaat.
“Program ini bukan hanya soal gizi, tetapi bagaimana uang negara yang masuk bisa berputar di masyarakat sehingga manfaat ekonominya dirasakan langsung oleh warga,” ujarnya.
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.