SURABAYA – Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Surabaya telah menyelesaikan pemasangan 789 unit kamera closed circuit television (CCTV) yang dilengkapi dengan teknologi surveillance and traffic counting (STC). Pemasangan ini dilakukan di berbagai lokasi strategis di kota, termasuk persimpangan jalan, ruas jalan protokol, taman, dan area pendidikan.
Kasi Penyediaan Prasarana Lalu Lintas Dishub Kota Surabaya, Prasetyo Prambayanto, menjelaskan bahwa setiap simpang jalan kini dilengkapi dengan traffic light (TL) yang terintegrasi dengan CCTV. Penempatan CCTV bertujuan utama untuk pemantauan lalu lintas secara real time, sehingga situasi di lapangan dapat diawasi kapan pun.
“Keberadaan CCTV ini sangat penting untuk pengambilan keputusan dalam situasi darurat, seperti pohon tumbang, kecelakaan, atau kebutuhan ambulans,” ungkap Prasetyo. CCTV yang terpasang juga terhubung dengan Polrestabes dan Command Center untuk memastikan respons cepat terhadap kejadian darurat.
Berdasarkan data yang diperoleh dari Dishub Kota Surabaya, sebanyak 601 unit CCTV terpasang di persimpangan jalan, dan 38 unit di ruas jalan. Selain itu, CCTV juga tersebar di sejumlah lokasi lain, meliputi:
Pihak Dishub rutin melakukan perawatan pada CCTV yang terpasang, mengingat fungsinya yang krusial. Jika terdapat kerusakan, pihaknya segera melakukan perbaikan agar fungsi pengawasan tetap optimal. “Kami menghubungi operator di lapangan jika ada kendala,” tambah Prasetyo.
Kepala Dinas Perhubungan Surabaya, Irvan Wahyudrajat, menambahkan bahwa teknologi face recognition diterapkan pada 50 titik kamera CCTV di berbagai lokasi, termasuk Terminal Purabaya, Bungurasih. Teknologi ini bertujuan untuk mendeteksi calo di terminal dan memantau pendatang baru.
“Face recognition ini juga menjadi domain Dinas Komunikasi dan Informatika,” jelas Irvan.