Tabrakan KA Argo Bromo Anggrek dengan KRL di Stasiun Bekasi Timur: Kronologi dan Analisis
Sinyal Peristiwa

Tabrakan KA Argo Bromo Anggrek dengan KRL di Stasiun Bekasi Timur: Kronologi dan Analisis

Radar News - KA Argo Bromo Anggrek relasi Gambir-Surabaya Pasar Turi menabrak bagian belakang KRL Tokyo Metro (TM) 5568A di Stasiun Bekasi Timur pada Senin malam, 27 April 2026. Tabrakan ini mengakibatkan tujuh orang meninggal dunia dan 82 lainnya mengalami luka-luka.

Awal Kejadian

Peristiwa berawal ketika KRL PLB 5181 relasi Cikarang-Angke menabrak taksi di perlintasan kereta Jalan Ampera, Bekasi. Tabrakan tersebut menyebabkan KRL PLB 5568A dengan tujuan Kampung Bandan-Cikarang berhenti di Stasiun Bekasi Timur menunggu KRL lain melintas kembali. Namun, saat berhenti, KRL tersebut tertabrak KA Argo Bromo Anggrek.

Perkembangan

Pengamat transportasi publik bidang perkeretaapian, Joni Martinus, menjelaskan bahwa prinsip absolute block system dalam perkeretaapian Indonesia mengharuskan agar sinyal masuk menuju stasiun harus berindikasi merah jika ada kereta di dalam satu petak jalan. Tabrakan ini menunjukkan adanya pelanggaran terhadap prinsip keselamatan, di mana seharusnya tidak ada dua kereta dalam satu petak blok. Joni mengidentifikasi beberapa kemungkinan penyebab tabrakan, termasuk pelanggaran sinyal merah, kegagalan sistem sinyal, miskomunikasi, penyimpangan prosedur, masalah teknis, dan hilangnya konsentrasi masinis.

Kondisi Terakhir

Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi telah meninjau lokasi kejadian dan menyatakan keprihatinan atas insiden tersebut. Kementerian Perhubungan berkomitmen untuk berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait dalam proses evakuasi dan mendukung investigasi yang dilakukan oleh KNKT untuk mendalami penyebab kecelakaan ini.

You can share this post!