Nunukan - Dalam upaya memperkuat sistem pertahanan udara di wilayah perairan Ambalat, TNI Angkatan Udara (AU) akan segera menambah alat utama sistem senjata (alutsista) berupa radar yang akan dipasang di Pulau Nunukan, Kalimantan Utara. Pemasangan radar ini diharapkan dapat meningkatkan kemampuan pemantauan terhadap potensi ancaman di daerah tersebut.
Panglima Komando Operasi TNI Angkatan Udara II, Marsda TNI Bahrim, mengungkapkan bahwa radar baru ini akan melengkapi radar yang sudah ada di Lanud Tarakan yang telah beroperasi selama 22 tahun. "Sebentar lagi akan dipasang radar baru di Nunukan. Jadi, komando pertahanan udara sudah memiliki radar primer dan sekunder," ujarnya saat konferensi pers di Lanud Tarakan, Kamis (11/6/2015).
Menurut Bahrim, fungsi dari radar yang akan dipasang di Nunukan tidak berbeda dengan radar yang ada di Tarakan, yaitu untuk memantau kondisi udara, khususnya di perairan Ambalat. "Kami juga akan bekerja sama dengan radar sekunder milik penerbangan sipil. Dengan demikian, jika ada penerbangan yang mencurigakan, radar militer dapat menangkap dan memantau aktivitas tersebut," jelasnya.
Lokasi pemasangan radar di Pulau Nunukan telah disurvei, dan perangkat radar tersebut sudah tersedia di Jakarta. Bahrim menambahkan, pemasangan radar ini diharapkan dapat dilakukan secepatnya. "Tergantung proses pemasangannya, kami berharap bisa segera terlaksana," tambahnya.
Radar yang akan dipasang di Nunukan merupakan produk gabungan buatan Denmark dan Jerman, dengan jangkauan pemantauan mencapai 200 mil, yang lebih kecil dibandingkan radar yang ada di Tarakan.