Transformasi 153 Pasar Jakarta Menjadi Destinasi Wisata Urban
Sosial

Transformasi 153 Pasar Jakarta Menjadi Destinasi Wisata Urban

dok. metrotvnews.com

Daftar Isi

Kekuatan Ekonomi Rp150 Triliun per Tahun

Dari Pasar Lokal ke Destinasi Wisata

Strategi Lima Tahun ke Depan

Menuju Pasar Berkelas Dunia

Megapolitan.id |-Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menunjukkan komitmen kuat dalam mentransformasi pasar tradisional sebagai bagian dari strategi pembangunan kota yang lebih inklusif dan berkelanjutan. Bukan lagi sekadar tempat jual beli kebutuhan sehari-hari, pasar tradisional diproyeksikan menjadi ruang ekonomi sekaligus ruang sosial dan kultural yang memiliki daya saing global.

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menargetkan 153 pasar yang berada di bawah naungan Perumda Pasar Jaya dapat naik kelas menjadi destinasi perkotaan yang modern, produktif, dan berkarakter.

“Pasar di Jakarta memiliki potensi besar untuk bertransformasi dari sekadar ruang transaksi harian menjadi destinasi perkotaan yang bernilai ekonomi, sosial, dan kultural tinggi. Transformasi ini sejalan dengan arah pembangunan Jakarta menuju kota global sebagaimana tertuang dalam dokumen perencanaan pembangunan daerah,” tutur Pramono di Balai Kota DKI Jakarta, Senin, 23 Februari 2026.

Pernyataan tersebut menegaskan bahwa pasar tradisional bukan sekadar elemen pelengkap kota, melainkan fondasi ekonomi rakyat yang harus dikelola dengan visi jangka panjang.

Kekuatan Ekonomi Rp150 Triliun per Tahun

Di balik kesan sederhana pasar tradisional, tersimpan potensi ekonomi yang luar biasa. Gubernur memaparkan bahwa nilai transaksi pasar di Jakarta mencapai lebih dari Rp150 triliun per tahun. Angka ini melibatkan sekitar 286 ribu pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang menggantungkan hidupnya pada aktivitas pasar.

“Saat ini, transaksi ekonomi di pasar Jakarta mencapai lebih dari Rp150 triliun per tahun. Terdapat 153 pasar yang potensinya sangat besar dengan sekitar 286 ribu usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Inilah kekuatan utama ekonomi Jakarta,” ucap Pramono.

Data tersebut memperlihatkan bahwa pasar tradisional adalah denyut nadi ekonomi kota. Transformasi pasar bukan hanya soal estetika bangunan, tetapi juga penguatan ekosistem UMKM agar lebih adaptif terhadap perubahan zaman.

Keberhasilan uji coba digitalisasi di 20 pasar yang meningkatkan transaksi hingga 47 persen menjadi bukti konkret bahwa modernisasi bukan sekadar wacana. Digitalisasi sistem pembayaran dan manajemen transaksi membuka peluang peningkatan efisiensi, transparansi, serta perluasan pasar bagi para pedagang.

Dari Pasar Lokal ke Destinasi Wisata

Beberapa pasar di Jakarta bahkan telah lebih dahulu menunjukkan potensi sebagai magnet wisata. Kawasan Glodok–Pecinan, Pasar Baru, Blok M, hingga Pasar Santa mulai diminati wisatawan mancanegara. Keunikan arsitektur, ragam kuliner, serta kekayaan sejarah menjadi daya tarik tersendiri.

Namun, Gubernur menegaskan bahwa pencapaian tersebut belum cukup. Pembenahan menyeluruh tetap diperlukan agar seluruh pasar di Jakarta memiliki standar yang lebih baik.

“Di Jakarta sudah ada beberapa pasar yang mulai dinikmati wisatawan mancanegara, seperti kawasan Glodok–Pecinan, Pasar Baru, Blok M, Pasar Santa, dan lainnya. Namun, kita tetap perlu melakukan pembenahan, baik dari sisi infrastruktur fisik, sistem pembayaran melalui digitalisasi, peningkatan keamanan, hingga penanganan praktik premanisme parkir,” jelas Pramono.

Isu infrastruktur fisik, keamanan, serta praktik premanisme parkir menjadi perhatian utama. Lingkungan pasar yang bersih, aman, dan tertib akan meningkatkan kenyamanan pengunjung sekaligus memperkuat citra Jakarta sebagai kota global.

Strategi Lima Tahun ke Depan

Transformasi 153 pasar tentu bukan pekerjaan singkat. Melalui Focus Group Discussion (FGD) bersama Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) dan Pasar Jaya, pemerintah berharap lahir rekomendasi konkret yang menjadi rencana strategis lima tahun ke depan.

“Pengembangan pasar dapat terwujud apabila koordinasi dilakukan secara baik. Saya mengapresiasi Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) DKI Jakarta yang menginisiasi FGD ini. Mudah-mudahan hasilnya dapat menjadi milestone atau rencana strategis untuk perbaikan 153 pasar di Jakarta,” ujar Pramono.

Koordinasi antarlembaga disebut sebagai kunci utama. Tanpa sinergi yang solid, program transformasi berisiko berjalan parsial dan tidak berkelanjutan. Oleh karena itu, pendekatan yang digunakan tidak hanya berbasis pembangunan fisik, tetapi juga perencanaan terpadu yang menyentuh aspek sosial, ekonomi, dan tata kelola.

Menuju Pasar Berkelas Dunia

Transformasi pasar tradisional Jakarta sejatinya adalah upaya menjaga keseimbangan antara modernisasi dan pelestarian identitas lokal. Pasar bukan hanya ruang ekonomi, tetapi juga ruang interaksi sosial dan budaya. Di dalamnya, terjadi pertemuan lintas kelas sosial, pertukaran nilai, serta dinamika kehidupan kota yang autentik.

Dengan nilai transaksi ratusan triliun rupiah dan ratusan ribu UMKM yang terlibat, pasar tradisional memiliki posisi strategis dalam perekonomian ibu kota. Jika dikelola dengan pendekatan modern tanpa menghilangkan karakter khasnya, pasar Jakarta berpotensi menjadi model pengembangan pasar tradisional di tingkat internasional.

Langkah Pemprov DKI Jakarta ini menjadi sinyal bahwa pembangunan kota global tidak selalu identik dengan gedung pencakar langit atau pusat perbelanjaan modern. Pasar tradisional pun bisa menjadi simbol kemajuan—selama dikelola secara profesional, inklusif, dan berkelanjutan.

Dengan visi tersebut, 153 pasar Jakarta diharapkan tidak lagi dipandang sebagai ruang ekonomi konvensional, melainkan sebagai destinasi perkotaan yang hidup, adaptif, dan mampu bersaing di panggung dunia.

Apakah Artikel ini bermanfaat?

Yes 0 No 0

ekonomi perkotaan FGD Bappeda kota global Jakarta modernisasi UMKM

Sources metrotvnews.com

Salma

previous post

Kapolri Perintahkan Usut Tuntas Kasus Penganiayaan Anak oleh Oknum Brimob di Maluku

next post

Darurat Sampah Nasional dan Taruhan Teknologi: Langkah Pemerintah Menuju Solusi Nyata

Baca Artikel Lain

Setelah Anjlok 2 Persen, IHSG Siap Bangkit? Ini Sentimen Penggeraknya

4 Mei 2026

Omar Al Fahd: Dari Luka Masa Kecil hingga Jadi Inspirasi...

3 Mei 2026

Fenomena Awan Warna-Warni di Sentul, BMKG Tegaskan Bukan Tanda Bencana

2 Mei 2026

Ribuan Buruh Padati Patung Kuda di May Day 2026, Presiden...

1 Mei 2026

Mensos Pastikan Bantuan untuk Korban Kecelakaan Kereta Bekasi, Duka Mendalam...

30 April 2026

Israel Cegat Kapal Global Sumud Flotilla

30 April 2026

You can share this post!