Radar News - Koordinator SIAGA 98, Hasanuddin, menyatakan bahwa tidak ada sinyal kuat mengenai pergantian Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo dalam waktu dekat. Hal ini disampaikan di tengah wacana yang kembali muncul terkait waktu yang tepat untuk mengganti Kapolri serta sejumlah nama yang berpotensi menjadi penggantinya.
Wacana pergantian Kapolri muncul di tengah dinamika opini publik dan peristiwa-peristiwa terkini. Hasanuddin menegaskan bahwa keputusan pergantian Kapolri merupakan hak prerogatif Presiden Prabowo Subianto dan harus didasarkan pada kepentingan bangsa serta negara secara menyeluruh, bukan hanya karena tekanan opini atau satu peristiwa tertentu.
Hasanuddin menilai, Jenderal Listyo Sigit memiliki catatan penting dalam menjaga stabilitas keamanan nasional, termasuk dalam penyelenggaraan Pemilu 2024 yang relatif aman. Dia menyebut stabilitas tersebut sebagai modal penting bagi keberlanjutan pemerintahan dan pembangunan nasional. Jenderal Listyo juga mendapatkan apresiasi atas kinerja Polri dalam mendukung program-program pemerintah selama era pemerintahan Presiden Prabowo.
Dari sisi administratif, Hasanuddin mengungkapkan bahwa belum ada faktor mendesak yang memerlukan pergantian Kapolri. Usia dan masa dinas Jenderal Listyo Sigit masih dianggap cukup panjang, terutama dengan adanya perubahan ketentuan usia pensiun dalam revisi Undang-Undang Polri. Meskipun demikian, beberapa nama perwira tinggi Polri mulai beredar sebagai kandidat pengganti jika Presiden memutuskan untuk melakukan regenerasi kepemimpinan, termasuk Komjen Pol. Dedi Prasetyo, Komjen Pol. Suyudi Ario Seto, Irjen Pol. Rudi Darmoko, dan Komjen Pol. Karyoto.