CV Kayu Manis Sukses Ekspor Furnitur ke Eropa Berkat Dukungan Kemenperin
Industri furnitur merupakan salah satu sektor hilir dan padat karya yang memiliki nilai tambah tinggi serta berkontribusi terhadap perekonomian nasional. Sektor ini menyumbang sebesar 0,92% terhadap produk domestik bruto (PDB) industri pengolahan nonmigas. Berbagai tantangan global menghinggapi industri furnitur nasional masih menunjukkan kinerja yang cukup stabil.
Adapun pelaku industri furnitur yang masih berskala industri kecil dan menengah (IKM) juga harus dibina dan didampingi oleh Kemnterian Perindustrian (Kemenperin) agar mampu terus berkembang dan terjaga keberlangsungan bisnisnya.
Salah satu kisah sukses pembinaan IKM furnitur yang mampu menembus pasar global, yakni IKM furnitur CV Kayu Manis yang mengekspor enam kontainer produk furnitur ke Spanyol, Italia, Prancis, dan Reunion (wilayah Prancis di Samudra Hindia) pada 6 Februari tahun ini.
Kayu Manis merupakan pelaku IKM furnitur yang telah beroperasi sejak tahun 2001 dengan bahan baku utama kayu jati. Perusahaan ini memproduksi furnitur kayu dengan spesialisasi bathroom furniture dan indoor furniture. Seiring pengembangan usahanya, Kayu Manis saat ini memiliki fasilitas produksi seluas 10.000 meter persegi dengan kapasitas produksi mencapai 120 kontainer per tahun.
Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (IKMA) Kemenperin, Reni Yanita, mengapresiasi pencapaian yang mampu diperoleh IKM asal Kabupaten Bantul, Yogyakarta tersebut.
“CV Kayu Manis merupakan contoh kisah sukses pelaku IKM yang dapat menjawab tantangan pasar global, dan kami harap hal ini dapat menjadi inspirasi bagi para pelaku IKM lainnya yang juga sedang berjuang untuk dapat menembus pasar ekspor,” tutur Reni pada keterangannya yang dikutip pada hari ini.
Industri furnitur, lanjut Reni, memiliki potensi ekspor yang harus terus dimaksimalkan. Berdasarkan data Trademap (HS 9401–9403), nilai ekspor industri furnitur Indonesia pada 2024 mencapai US$1,91 miliar. Sementara itu, pada periode Januari–November 2025, nilai ekspor tercatat sebesar US$1,67 miliar. Amerika Serikat masih menjadi negara tujuan ekspor utama dengan pangsa mencapai 54,6% dari total ekspor furnitur nasional.
Namun demikian, dinamika pasar global, khususnya kebijakan tarif resiprokal yang diberlakukan oleh Pemerintah Amerika Serikat, turut memengaruhi kinerja ekspor furnitur nasional. Ketidakpastian global tersebut menjadi salah satu faktor yang mendorong perlunya strategi adaptif dan diversifikasi pasar ekspor.
Reni mengatakan Pemerintah terus mengambil langkah strategis melalui upaya diplomasi dan negosiasi perdagangan, serta mendorong perluasan pasar ekspor ke negara-negara nontradisional. Beberapa kawasan yang dinilai potensial antara lain Eropa Timur, Timur Tengah, Amerika Latin, serta negara Asia seperti India dan Jepang.
Kayu Manis juga merupakan IKM binaan Direktorat Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (Ditjen IKMA) yang telah menerima berbagai fasilitasi pemerintah, antara lain Program Restrukturisasi Mesin dan Peralatan pada tahun 2018 serta fasilitasi keikutsertaan dalam pameran IFEX Virtual Showroom di tahun 2021.
Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang Kartasasmita mengungkapkan pemerintah terus berupaya untuk melakukan pembinaan dan pendampingan melalui berbagai program kegiatan, sehingga IKM furnitur dari berbagai daerah mampu bersaing dan menguasai pasar lokal serta mampu menembus pasar global.
“Kami juga terus berkolaborasi dengan berbagai pihak untuk mengawal pengembangan industri furnitur dalam negeri yang inovatif dan mampu menjawab kebutuhan pasar dan sesuai dengan selera konsumen,” terang Menperin.
Program Restrukturisasi Mesin dan Peralatan ditujukan untuk meningkatkan efisiensi dan produktivitas IKM melalui pemberian potongan harga pembelian mesin. Besaran potongan harga diberikan paling tinggi sebesar 25% untuk mesin impor dan 45% untuk mesin buatan dalam negeri, dengan nilai fasilitasi minimal Rp10 juta dan maksimal Rp500 juta per perusahaan per tahun anggaran.
Direktur IKM Pangan, Furnitur dan Bahan Bangunan Kemenperin, Afrizal Haris, mengungkapkan Ditjen IKMA di 2021 itu memfasilitasi keikutsertaan Kayu Manis dalam pameran IFEX Virtual Showroom 2021 yang diselenggarakan secara daring sebagai respons terhadap pembatasan aktivitas selama pandemi Covid-19. “Keberhasilan CV Kayu Manis dalam menembus pasar ekspor tidak terlepas dari inovasi produk yang terus disesuaikan dengan tren pasar global,” tutur Afrizal.
Sejalan dengan meningkatnya kebutuhan konsumen terhadap furnitur yang praktis dan efisien, perusahaan ini mengembangkan produk knockdown furniture dengan kemasan ringkas (compact packaging) yang mendukung efisiensi penyimpanan dan transportasi, sekaligus memberikan fleksibilitas desain untuk ruang terbatas. (*)




