Radar News - OnePlus mengumumkan penghentian operasionalnya di Amerika Utara dan Eropa, dengan keputusan untuk tidak meluncurkan model baru setelah OnePlus 15 yang dirilis pada 2025. Seluruh kegiatan OnePlus ke depan akan dikelola di bawah merek induknya, Oppo, yang telah menggabungkan sebagian operasinya sejak 2021.
Keputusan ini diambil setelah evaluasi bersama antara OnePlus dan Oppo terkait kebutuhan pengguna pada tahun 2026. Meskipun OnePlus tidak lagi beroperasi di dua wilayah tersebut, perusahaan tetap aktif di China, tanpa penjelasan mengenai nasibnya di wilayah lain, termasuk India.
Realme, merek lain di bawah Oppo, akan meninggalkan pasar China dan fokus pada penjualan di luar negeri. Juru bicara OnePlus menyatakan bahwa keputusan ini bukanlah instruksi dari Oppo, melainkan hasil diskusi bersama. Perusahaan menegaskan bahwa semangat dan kemampuan OnePlus akan tetap berlanjut melalui integrasi dengan Oppo.
Pasar ponsel pintar saat ini menghadapi tantangan besar, termasuk pasokan cip memori yang terbatas dan harga yang tinggi. Pengiriman ponsel pintar global mengalami penurunan, dengan IDC mencatat penurunan tahunan pada kuartal pertama 2026, yang memutus pertumbuhan pasar sejak pertengahan 2023. Analis mengungkapkan bahwa OnePlus kehilangan identitas yang menjadikannya sukses, dan kesulitan dalam membangun jaringan distribusi yang diperlukan untuk bertahan di pasar yang semakin kompetitif. OnePlus memastikan bahwa hak pengguna yang ada akan tetap dihormati, dan perangkat yang masih dalam masa dukungan akan menerima pembaruan perangkat lunak melalui Oppo, dengan sistem operasi beralih dari OxygenOS ke ColorOS.