Dana Berkelanjutan Global Diprediksi Capai US$3,3 Triliun pada 2025, Eropa Dominasi Pasar Hijau
Laporan terbaru dari Bloomberg Intelligence mengungkapkan bahwa pasar keuangan hijau dunia mencatat tonggak sejarah baru. Nilai dana berkelanjutan (sustainable fund) global diproyeksikan menembus angka US$3,3 triliun pada 2025. Meski dibayangi tantangan regulasi dan dinamika politik, instrumen investasi ini terus menunjukkan resiliensi di pasar modal dunia.
Eropa memperkokoh posisinya sebagai kiblat investasi hijau dengan menguasai lebih dari 85% total aset kelolaan global. Namun, dominasi ini dibarengi dengan perlambatan laju pertumbuhan.
Dana kategori Article 9 di Eropa dalam kerangka Sustainable Finance Disclosure Regulation (SFDR), yang berfokus pada investasi berkelanjutan, kini hanya menyumbang 9% dari total aset berlabel berkelanjutan, turun dari 12% pada 2023. Penurunan ini diperkirakan dipicu arus keluar dana sejak 2023 serta reklasifikasi produk. Sejumlah dana Article 9 bertema iklim juga mengalami tekanan arus keluar di tengah ketidakpastian politik. Sebagai catatan, SFDR membagi produk ke dalam tiga kategori, yakni Article 6 yang tidak berfokus pada ESG, Article 8 yang mempromosikan karakteristik lingkungan atau sosial dan Article 9 yang menargetkan investasi berkelanjutan.
Berbanding terbalik dengan Eropa, porsi aset di Amerika Utara justru terus menunjukkan tren penurunan. Analis Senior ESG Bloomberg Intelligence, Shaheen Contractor, menyoroti adanya tekanan eksternal yang cukup kuat di wilayah tersebut.
"Porsi aset Amerika Utara telah menurun sejak 2021. Kami memperkirakan tren ini akan berlanjut seiring dengan meningkatnya reaksi negatif terhadap isu ESG di Amerika Serikat," ujar Shaheen dalam laporan yang dikutip Rabu (18/2/2026).
Salah satu sorotan utama dalam laporan ini adalah kebangkitan exchange traded fund (ETF) berbasis keberlanjutan. Pada 2025, porsi ETF dalam produk berkelanjutan melonjak hingga melampaui 20%, naik tajam dibandingkan posisi tahun 2019 yang hanya sebesar 8%.
Di Amerika Utara, ETF menjadi tulang punggung dengan kontribusi mencapai 45% terhadap total aset berkelanjutan regional. Sebaliknya, pasar Eropa masih didominasi oleh reksa dana konvensional, di mana ETF hanya mencakup sekitar 23% dari total aset hijau di kawasan tersebut.
Pasar dana berkelanjutan saat ini terpantau sangat terkonsentrasi pada beberapa pemain besar. Di segmen ETF, tiga penerbit teratas menguasai hampir 65% pangsa pasar di Amerika Utara dan Eropa.
Berikut adalah para penguasa pasar berdasarkan wilayah. Di Amerika Utara, didominasi oleh BlackRock, Vanguard, dan Dimensional Fund Advisors. Konsentrasi di wilayah ini sangat tinggi, dengan tiga pemain utama menguasai 57% pasar. Sementara, di Eropa, dipimpin oleh Amundi (di bawah naungan Credit Agricole), BlackRock, dan UBS.
Ditinjau dari jenis aset, instrumen saham (ekuitas) masih menjadi pilihan utama investor dengan porsi mencapai 56% dari total dana berkelanjutan global. Posisi selanjutnya diikuti oleh pendapatan tetap (fixed income) dan pasar uang.
Menariknya, meskipun secara jumlah produk hanya mencakup 2%, dana pasar uang berhasil menyerap 12% total aset, mengindikasikan ukuran dana yang sangat besar per produknya. Sementara itu, instrumen fixed income memiliki porsi 20% aset meskipun jumlah produknya mencapai 26%, menunjukkan skala dana yang lebih kecil dan terfragmentasi.
Secara keseluruhan, pasar dana berkelanjutan global dinilai memiliki struktur yang lebih terdiversifikasi dibandingkan segmen ETF secara spesifik. Hal ini memberikan ruang fleksibilitas yang lebih besar bagi investor di tengah ketidakpastian politik dan perubahan regulasi di masa depan.(*)




