Radar News - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Grobogan memulai pemantauan kualitas udara dengan memasang alat Passive Sampler di empat titik strategis pada tahun 2026. Pemasangan ini bertujuan untuk memperoleh data tentang Indeks Kualitas Udara (IKU) yang mencerminkan berbagai aktivitas masyarakat dan ekonomi.
Tim Laboratorium Lingkungan DLH Grobogan melakukan pemasangan alat pemantau IKU di empat lokasi yang telah ditentukan. Lokasi tersebut mencakup kawasan transportasi di Simpang Lima Purwodadi, kawasan permukiman di Jetis Gang 6 Kecamatan Purwodadi, kawasan perkantoran di lingkungan Sekretariat Daerah Kabupaten Grobogan, dan kawasan industri genteng di Desa Karangasem, Kecamatan Wirosari.
Pemilihan lokasi dilakukan untuk mendapatkan gambaran yang representatif mengenai kualitas udara dari berbagai sumber aktivitas. Hal ini mencakup lalu lintas kendaraan, aktivitas masyarakat, kegiatan perkantoran, serta sektor industri. Kepala DLH Grobogan, Heru Dwi Cahyono, menjelaskan bahwa pemantauan IKU merupakan instrumen penting dalam mengukur kondisi lingkungan hidup daerah. Kualitas udara yang baik berkontribusi terhadap kesehatan masyarakat dan mendukung pembangunan berkelanjutan.
Dengan metode Passive Sampler, DLH akan mengukur konsentrasi berbagai parameter pencemar udara yang berasal dari aktivitas manusia dan sumber alami. Data yang diperoleh akan dianalisis untuk menghitung IKU, yang menjadi salah satu komponen dalam Indeks Kualitas Lingkungan Hidup (IKLH). Hasil pemantauan tidak hanya menggambarkan kondisi udara saat ini, tetapi juga digunakan untuk mengevaluasi efektivitas program pengendalian pencemaran udara yang telah dilaksanakan. DLH Grobogan berkomitmen untuk menjaga kualitas lingkungan hidup dan memastikan masyarakat mendapatkan udara yang bersih dan sehat.