Dugaan Penyebab Kecelakaan Kereta di Stasiun Bekasi Timur: Masalah Sinyal dan Jeda Komunikasi
Sumber Foto: Berita Nasional - Media Pencerah Bangsa
Sinyal Peristiwa

Dugaan Penyebab Kecelakaan Kereta di Stasiun Bekasi Timur: Masalah Sinyal dan Jeda Komunikasi

Radar News - Kecelakaan kereta di Stasiun Bekasi Timur diduga disebabkan oleh masalah persinyalan dan jeda komunikasi. Ketua Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) Soerjanto Tjahjanto mengungkapkan bahwa masinis KA Argo Bromo Anggrek tidak dapat melihat sinyal bantuan akibat gangguan dari lampu perumahan dan pasar di sekitarnya.

Awal Kejadian

Soerjanto menjelaskan bahwa jika masinis dapat melihat sinyal bantuan dengan jelas, kecelakaan dapat dihindari. Jarak pandang dari sinyal bantuan ke lokasi tabrakan diperkirakan sekitar 200 meter. Namun, karena adanya gangguan visual, masinis dan asisten masinis tidak mampu mendeteksi sinyal yang ada.

Perkembangan

Selain masalah sinyal, terdapat juga jeda komunikasi antara Pusat Pengendali Perjalanan Kereta Api (PK) yang mengawasi kereta Commuter Line dan KA Argo Bromo Anggrek. Kereta Commuter Line melaporkan tabrakan ke stasiun dan PK Selatan, sementara KA Argo Bromo Anggrek berada di pengawasan PK Timur. Proses penyampaian informasi dari PK Selatan ke PK Timur juga memerlukan waktu yang cukup lama, sehingga menambah risiko kecelakaan.

Kondisi Terakhir

KNKT merekomendasikan perbaikan sistem komunikasi untuk menghindari kejadian serupa di masa depan. Mereka menekankan pentingnya penanganan masalah gangguan sinyal dan jeda komunikasi yang terjadi antara kereta Commuter Line dan kereta jarak jauh, agar informasi dapat disampaikan dengan lebih cepat dan efektif.