Indonesia Ditetapkan Sebagai Wakil Panglima ISF, Jamin Keamanan Personel di Gaza
Sumber Foto: Merdeka.com
Nasional

Indonesia Ditetapkan Sebagai Wakil Panglima ISF, Jamin Keamanan Personel di Gaza

Radar News - Menteri Luar Negeri Sugiono menegaskan posisi Wakil Panglima ISF Indonesia akan memperkuat jaminan keamanan personel RI di Jalur Gaza, sekaligus memastikan mandat misi perdamaian yang jelas.

15:02:02

Indonesia telah menerima tawaran untuk menempati posisi strategis sebagai Wakil Panglima International Stabilization Force (ISF), sebuah langkah penting dalam misi perdamaian global. Penunjukan ini diumumkan setelah pertemuan Dewan Perdamaian di Washington DC, menandai peran aktif Indonesia dalam menjaga stabilitas internasional. Presiden RI Prabowo Subianto mengonfirmasi penerimaan tawaran tersebut, menekankan komitmen Indonesia terhadap perdamaian dunia.

Menteri Luar Negeri Sugiono menjelaskan bahwa posisi Wakil Panglima ISF Indonesia ini memiliki tujuan utama untuk memastikan keamanan dan kesejahteraan personel RI yang akan bertugas. Ia memahami betul risiko serta tantangan yang mungkin dihadapi prajurit di Jalur Gaza. Oleh karena itu, jaminan keselamatan menjadi prioritas utama pemerintah dalam keikutsertaan ini.

Kehadiran Indonesia dalam jajaran pimpinan ISF diharapkan dapat memberikan pengaruh signifikan terhadap mandat pelaksanaan misi serta aturan keterlibatan (rules of engagement) yang jelas. Hal ini krusial demi melindungi prajurit yang dikerahkan melalui pasukan internasional tersebut. Pemerintah akan menunjuk perwira terbaik untuk mengisi posisi penting ini, menunjukkan keseriusan Indonesia.

Memperkuat Jaminan Keamanan Personel RI

Menteri Luar Negeri Sugiono menegaskan bahwa penempatan Indonesia sebagai Wakil Panglima ISF akan secara signifikan meningkatkan keyakinan terhadap keamanan prajurit yang bertugas. “Keberadaan kita sebagai Wakil Panglima operasi, saya kira akan memperbesar keyakinan bahwa keamanan prajurit tetap bisa jadi yang utama,” kata Sugiono saat memberikan keterangan pers di Washington DC, Jumat (20/2) malam waktu setempat. Jaminan kesejahteraan bagi personel RI sebagai penjaga perdamaian juga telah diatur berdasarkan indeks tertentu.

Sugiono memahami sepenuhnya bahwa operasi perdamaian di Jalur Gaza tidak akan luput dari berbagai risiko dan tantangan. Oleh karena itu, aspek keamanan bagi personel Indonesia menjadi perhatian utama. Posisi strategis ini memungkinkan Indonesia untuk lebih aktif dalam perumusan kebijakan operasional.

Sepanjang keikutsertaan di ISF, Indonesia akan terus mendorong adanya mandat pelaksanaan misi serta rules of engagement yang jelas. Hal ini vital demi memastikan keselamatan setiap personel RI yang dikerahkan ke Gaza. Tanggung jawab ini menjadi fokus utama pemerintah dalam setiap langkah partisipasi.

ADVERTISEMENT

Komitmen Indonesia dan Penunjukan Perwira Terbaik

Pengumuman mengenai Indonesia yang menerima tawaran posisi Wakil Panglima ISF disampaikan oleh Panglima ISF Mayor Jenderal Jasper Jeffers. Pengumuman ini dilakukan dalam pertemuan Dewan Perdamaian di Washington DC pada Kamis (19/2). Hal ini menunjukkan pengakuan internasional terhadap peran dan kapasitas Indonesia.

Presiden RI Prabowo Subianto juga turut mengkonfirmasi bahwa Indonesia telah menerima tawaran tersebut setelah pertemuan Dewan Perdamaian. Beliau menegaskan komitmen Indonesia untuk berkontribusi dalam misi perdamaian global. Presiden menyatakan akan menunjuk perwira terbaik untuk mewakili Indonesia sebagai Wakil Panglima ISF.

“Ya dipilih, ya kita cari yang bagus,” kata Presiden Prabowo, mengindikasikan bahwa proses seleksi akan dilakukan secara cermat. Penunjukan perwira terbaik ini diharapkan dapat memaksimalkan kontribusi Indonesia dalam menjaga perdamaian dan keamanan di wilayah konflik.

ADVERTISEMENT

Bukan Normalisasi Hubungan Diplomatik

Menteri Luar Negeri Sugiono juga secara tegas memastikan bahwa penunjukan Indonesia sebagai Wakil Panglima ISF tidak memiliki kaitan dengan normalisasi hubungan diplomatik dengan Israel. Israel juga disebut sebagai anggota Dewan Perdamaian. Penegasan ini penting untuk menghindari kesalahpahaman publik.

Sugiono menjelaskan, “Ini kan bukan kaitannya dengan pengakuan ada hubungan atau tidak ya. Ini adalah pasukan yang ditugaskan untuk yang mendapatkan mandat untuk menjaga perdamaian, terdiri dari berbagai unsur yang tugasnya intinya adalah menjaga situasi.” Pernyataan ini memperjelas sifat misi ISF sebagai upaya menjaga perdamaian multinasional.

Posisi Indonesia di Dewan Perdamaian (Board of Peace/BoP) yang dipimpin oleh Donald Trump juga disebut akan bermanfaat dalam menjamin keamanan personel RI. Keikutsertaan dalam forum internasional ini memperkuat posisi tawar Indonesia dalam isu keamanan.

Sumber: AntaraNews

ADVERTISEMENT