Radar News - Kecelakaan yang melibatkan KA Argo Bromo Anggrek dan KRL rute Jakarta-Cikarang di kawasan Bekasi diduga terkait dengan masalah persinyalan. Isu ini mencuat setelah beredar video kesaksian dari asisten masinis yang menyebut adanya kejanggalan pada sistem sinyal saat kereta melintas.
Dalam video tersebut, asisten masinis mengungkapkan bahwa sinyal diduga mengalami error, yang menyebabkan kebingungan di lapangan. Ia menjelaskan bahwa perubahan sinyal dari hijau ke merah terjadi secara tiba-tiba, meskipun seharusnya perubahan tersebut tidak terjadi dalam kondisi perjalanan normal. Menurut pengakuannya, sinyal seharusnya hanya berubah menjadi kuning jika sebelumnya hijau.
Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) telah mengonfirmasi bahwa aspek persinyalan merupakan fokus penting dalam investigasi kecelakaan ini. Tim KNKT saat ini masih melakukan pemeriksaan langsung di lapangan untuk mengumpulkan informasi lebih lanjut.
Humas KNKT, Arif Iskandar, menyatakan bahwa proses investigasi masih berlangsung dan hasil sementara belum dapat disampaikan hingga seluruh data terkumpul. KNKT berjanji akan mempublikasikan hasil investigasi secara resmi setelah proses selesai, serta memberikan rekomendasi keselamatan kepada pihak terkait sebagai bahan evaluasi ke depan.