Radar News - Jenewa (ANTARA) - Komite Olimpiade Internasional (International Olympic Committee/IOC) pada Selasa (7/7) mencabut sementara penangguhan terhadap Komite Olimpiade Rusia yang telah diberlakukan sejak Oktober 2023.
"Kami tidak ingin meminta pertanggungjawaban para atlet atas tindakan pemerintah mereka," ujar Presiden IOC Kirsty Coventry.
Coventry menuturkan IOC tetap mempertahankan keputusannya untuk tidak menggelar ajang olahraga internasional di Rusia dan akan meninjau ulang protokol terkait lagu kebangsaan dan bendera di masa mendatang.
Dewan Eksekutif (Executive Board/EB) IOC pada 28 Februari 2022 merekomendasikan agar federasi internasional (international federation/IF) melarang atlet dan ofisial Rusia dan Belarus untuk bertanding dalam berbagai kompetisi.
Pada 28 Maret 2023, IOC memutuskan bahwa atlet pemegang paspor Rusia atau Belarus dapat berpartisipasi sebagai Atlet Netral Perorangan (Individual Neutral Athletes/AIN) di berbagai ajang olahraga internasional, termasuk Olimpiade Paris 2024 dan Olimpiade Musim Dingin Milano Cortina 2026.
Penggunaan bendera, lagu kebangsaan, atau simbol nasional lainnya tidak diperkenankan dalam ajang olahraga internasional.
Pada 7 Mei 2026, EB IOC mengumumkan bahwa pihaknya tidak lagi merekomendasikan segala bentuk pembatasan terhadap partisipasi atlet Belarus.
"Untuk saat ini, kami memandang sangat penting bagi para atlet untuk memiliki peluang kembali bertanding," imbuh Coventry.
IOC menegaskan kembali komitmennya terhadap inisiatif "Fit for the Future", seraya menekankan hak mendasar para atlet untuk mengakses olahraga dan berkompetisi tanpa intervensi politik atau tekanan pemerintah. Prinsip tersebut didukung oleh EB pada September 2025 dan ditegaskan kembali dalam Konferensi Tingkat Tinggi Olimpiade (Olympic Summit) pada Desember 2025.
"Kami sangat yakin dengan lingkungan olahraga yang adil dan aman yang ingin kami sediakan," papar Coventry. "Di sinilah peran langkah-langkah tambahan yang telah kami tetapkan, memastikan bahwa para atlet dari Rusia diperiksa secara memadai sebelum mereka kembali mengikuti program olahraga apa pun."
Semua atlet Rusia yang kembali mengikuti kompetisi internasional wajib memenuhi persyaratan antidoping yang relevan, terutama yang diatur dalam ketentuan antidoping IOC dan IF, demikian diumumkan IOC.
Direktur Olahraga IOC Pierre Ducrey menyampaikan bahwa IOC telah berbicara dengan seluruh IF untuk menjelaskan keputusan tersebut. "Menurut saya, proposal yang kami ajukan kepada EB tidak mengejutkan bagi IF," ujarnya.
"Federasi Internasional tetap memiliki otonomi, dan mereka diperbolehkan mengambil keputusan sendiri," imbuh Coventry.