Radar News - Isu perombakan kabinet kembali mencuat setelah Sekretaris Kabinet, Teddy Indra Wijaya, memberikan tanggapan ambigu mengenai kemungkinan penyegaran menteri. Tanggapan tersebut disampaikan di Istana Merdeka pada Selasa (7/4/2026), yang memicu spekulasi di kalangan publik.
Spekulasi tentang perombakan kabinet mulai beredar setelah Teddy Indra Wijaya tidak membantah isu tersebut secara tegas. Saat ditanya mengenai potensi penyegaran menteri, ia meminta publik untuk bersabar menunggu pernyataan resmi dari Presiden.
Pernyataan Teddy menjadi sorotan, terutama karena sebelumnya, pada bulan lalu, Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi, dengan tegas menyatakan bahwa tidak ada rencana pergantian menteri menjelang Idulfitri. Prasetyo menegaskan, "Enggak ada reshuffle, enggak ada," saat ditemui di Stasiun Gambir, Jakarta Pusat.
Meskipun ada penegasan dari Prasetyo, isu evaluasi kabinet tetap muncul. Presiden Prabowo Subianto telah memberikan peringatan bahwa ia tidak segan mengambil tindakan terhadap menterinya yang tidak menunjukkan performa baik. Pernyataan tegas ini disampaikan saat berorasi di Universitas Kebangsaan Republik Indonesia, di mana Prabowo menyebutkan bahwa tindakan reshuffle bisa diambil jika ada menteri yang tidak patuh setelah beberapa kali peringatan.