Kasus Penganiayaan Istri Jurnalis di Madina Masih Terhambat, Tersangka Belum Ditetapkan
Radar News - medanToday.com,PANYABUNGAN - Hampir setahun setelah dilaporkan, perkara dugaan penganiayaan terhadap istri seorang jurnalis media siber di Kabupaten Mandailing Natal, Sumatera Utara, belum juga menemukan titik terang. Meski statusnya telah meningkat ke tahap penyidikan, polisi belum menetapkan satu pun tersangka.
Laporan itu diajukan M. Syawaluddin ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polres Mandailing Natal pada 14 Maret 2025. Aduan tersebut teregister dalam Surat Tanda Penerimaan Laporan Nomor: STPL/107/III/2025/SPKT/POLRES MANDAILING NATAL/POLDA SUMUT. Ia melaporkan dugaan penganiayaan secara bersama-sama terhadap istrinya di Kelurahan Panyabungan III.
Perkara itu kemudian ditingkatkan dari penyelidikan ke penyidikan. Penyidik menerbitkan Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP) Nomor: B/67/VII/RES.1.6./2025/Reskrim. Namun, berdasarkan Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyidikan (SP2HP) Nomor: B/18/RES.1.6./2026/Reskrim, proses hukum tersendat karena saksi-saksi belum memenuhi panggilan pemeriksaan.
Hingga Rabu, 25 Februari 2026, terduga pelaku disebut masih beraktivitas seperti biasa. Situasi ini memunculkan tanda tanya ihwal keseriusan dan efektivitas penanganan perkara yang telah berjalan hampir satu tahun.
“Saya berharap penyidik bekerja proporsional dan sesuai ketentuan KUHAP, agar proses hukum yang berkeadilan dapat berjalan sebagaimana mestinya,” kata Syawaluddin, Rabu, 25 Februari 2026. Ia meminta polisi segera menuntaskan penyidikan dan membawa perkara itu ke pengadilan.
Kepala Kepolisian Resor Mandailing Natal AKBP Bagus Priandy melalui Kepala Seksi Humas AKP Megawati membenarkan perkara tersebut telah naik ke tahap penyidikan. Menurut dia, penyidik sudah dua kali melayangkan surat panggilan kepada para saksi.
“Sudah kami panggil dua kali, tapi belum hadir. Kami masih menunggu kehadiran saksi untuk kemudian dilakukan gelar perkara penetapan tersangka,” ujar Megawati, Jumat, 27 Februari 2026.




