Kebakaran Shelter Tower Telkomsel di Ngulak, Sinyal Terpengaruh
Sumber Foto: harian muba
Sinyal Peristiwa

Kebakaran Shelter Tower Telkomsel di Ngulak, Sinyal Terpengaruh

Warga pengguna kartu Telkomsel di Kecamatan Sanga Desa diharapkan bersabar menyusul terjadinya kebakaran pada shelter tower Telkomsel yang terletak di Kelurahan Ngulak I pada Selasa malam, 5 Juli 2023, sekitar pukul 23.00 WIB. Peristiwa ini menyebabkan gangguan signifikan terhadap sinyal ponsel di wilayah tersebut.

Api yang melahap shelter tower tersebut mengejutkan warga sekitar, yang mendengar suara letupan sebelum melihat kobaran api. Beruntung, petugas pemadam kebakaran dari Pos Pemadam Kebakaran Kecamatan Sanga Desa yang berlokasi dekat dengan tempat kejadian, segera merespons dan melakukan pemadaman.

Api berhasil dipadamkan setelah satu jam berjuang melawan kobaran api. Meski tidak ada korban jiwa dilaporkan, kerugian akibat insiden ini diperkirakan mencapai miliaran rupiah. Hingga saat ini, penyebab kebakaran tersebut belum dapat dipastikan.

Salah seorang warga, Mersi (30), menyatakan bahwa ia mengetahui kebakaran tersebut setelah sinyal ponselnya tiba-tiba hilang. "Saya sedang menggunakan ponsel, tiba-tiba sinyal hilang. Ketika saya melihat dari jendela, saya melihat ada kobaran api. Ketika saya keluar, ternyata shelter tower sudah terbakar dan petugas pemadam kebakaran sudah tiba," ujarnya.

Warga lain, Pangroya, yang tinggal tepat di samping lokasi kebakaran, menyampaikan bahwa ia segera menghubungi pihak Telkomsel setelah mengetahui adanya kebakaran. "Para petugas dari Telkomsel sudah datang untuk mengecek kondisi di lokasi. Menurut mereka, hari ini juga akan ada olah tempat kejadian yang melibatkan pihak kepolisian untuk menyelidiki penyebab kebakaran," tuturnya.

Pangroya juga menambahkan bahwa kebakaran ini berdampak pada sejumlah tower di sekitar Kecamatan Sanga Desa. "Dikatakan bahwa ini adalah tower pusat, sehingga daerah seperti Sereka, Macang Sakti, hingga Bintialo juga mengalami gangguan sinyal. Mengenai waktu perbaikan, mereka menyebut kemungkinan akan memakan waktu sekitar satu minggu," jelasnya.