Ketidakpastian Formula 1 di Tengah Konflik Timur Tengah
Radar News - Formula 1 Grand Prix Bahrain yang dijadwalkan berlangsung pada pekan kedua April kini menghadapi ketidakpastian akibat eskalasi konflik militer di Timur Tengah, khususnya serangan balasan Iran terhadap pangkalan militer Amerika Serikat di Bahrain dan wilayah Teluk Persia lainnya.
Awal Kejadian
Pirelli membatalkan sesi uji coba ban di Sirkuit Internasional Bahrain yang seharusnya diikuti oleh pembalap Nyck de Vries dari McLaren dan Frederik Vesti dari Mercedes. Beberapa kru juga terjebak di Bahrain akibat penutupan wilayah udara.
Perkembangan
Keputusan mengenai penyelenggaraan GP Bahrain pada 10-12 April belum diambil. Presiden FIA, Mohammed Ben Sulayem, menekankan bahwa keselamatan akan menjadi panduan utama dalam pengambilan keputusan terkait event tersebut. Ia mengungkapkan hal ini melalui Instagram pada 2 Maret.
Kondisi Terakhir
Kemungkinan pembatalan GP Bahrain meningkat jika serangan terus berlanjut dan wilayah udara tidak pulih dalam tiga pekan ke depan. Pernyataan Presiden AS Donald Trump tentang kemungkinan operasi militer yang berlangsung hingga empat minggu menambah ketidakpastian. Selain Bahrain, GP Arab Saudi di Jeddah Corniche Circuit pada 17-19 April juga berada dalam situasi tidak menentu, mengingat pengalaman serupa yang dihadapi pada 2022 ketika serangan Houthi terjadi saat pekan balapan di Jeddah.




