KKP Perketat Pengawasan Pangan Laut untuk Keamanan Ramadhan 2026
Pengawasan ketat terhadap komoditas perikanan spesifik juga terus dilakukan.
Red: Erdy Nasrul
Foto: Republika/Thoudy Badai
Pekerja menimbang berat ikan di Tempat Pelelangan Ikan (TPI).
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) memperketat pengawasan di sektor hulu hingga hilir guna memastikan mutu dan keamanan ikan yang beredar di masyarakat selama Ramadhan 2026. Fokus pengawasan dilakukan di sentra budidaya, pelabuhan, hingga pasar modern di daerah tujuan mudik dan wisata.
Kepala Badan Pengendalian dan Pengawasan Mutu Hasil Kelautan dan Perikanan KKP, Ishartini, menyatakan bahwa hasil monitoring di berbagai unit pelaksana teknis (UPT) menunjukkan ikan dalam kondisi aman untuk dikonsumsi. Pengujian yang dilakukan mencakup aspek organoleptik, mikrobiologi, hingga kimia untuk mendeteksi kandungan berbahaya seperti formalin dan histamin.
Baca Juga
Perundingan Dagang Indonesia–AS Selesai, Ini Nilai Komitmen Investasinya
Strategi Menyejahterakan Rakyat Sekaligus Melestarikan Hutan
Pekan ke-22 BRI Super League pada Bulan Ramadhan, Dibuka Duel Persija Kontra Persik
“Kami bersinergi dengan BPOM dan Dinas Kelautan setempat untuk menjamin keamanan pangan. Berdasarkan prognosa, pasokan ikan nasional untuk periode Januari-Maret 2026 surplus di angka 3,57 juta ton, sementara kebutuhan konsumsi diperkirakan sebesar 1,94 juta ton,” ujar Ishartini dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis (19/2).
Pengawasan Komoditas Khusus di Wilayah Perbatasan
Sejalan dengan upaya penjaminan mutu di pasar domestik, pengawasan ketat terhadap komoditas perikanan spesifik juga terus dilakukan di wilayah kepulauan. Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Kepulauan Riau (Karantina Kepri) melaporkan bahwa Kabupaten Natuna kini menjadi salah satu pemasok strategis sirip ikan hiu ke Surabaya.
Kepala Karantina Kepri, Hasim, mengonfirmasi rencana pengiriman sebanyak 34,35 kilogram sirip hiu senilai Rp37,8 juta yang akan diberangkatkan melalui jalur laut pada Jumat (20/2). Pengiriman ini mencakup berbagai jenis, seperti hiu kemejan, hiu kikir, hingga hiu tiger.
Sebelum diberangkatkan, petugas Karantina melakukan pemeriksaan fisik dan administratif yang sangat teliti guna memastikan kesesuaian dokumen Surat Angkut Jenis Ikan Dalam Negeri (SAJI-DN). Langkah ini krusial untuk menjamin bahwa spesies yang dilalulintas bukan termasuk jenis yang dilarang atau dibatasi oleh regulasi internasional Convention on International Trade in Endangered Species (CITES).
“Pada prinsipnya, komoditas ini dapat dimanfaatkan asalkan dokumennya lengkap dan sah. Karantina memastikan seluruh proses pemeriksaan fisik dan kesehatan telah terpenuhi guna menjamin kualitas serta kepatuhan terhadap regulasi yang berlaku,” tegas Hasim.
Integrasi pengawasan mutu di pasar konsumsi dan penertiban administrasi komoditas perikanan di wilayah perbatasan ini menjadi langkah penting KKP dalam menjaga keberlanjutan sumber daya laut sekaligus melindungi konsumen nasional.
Ikuti Whatsapp Channel Republika
sumber : Antara
Advertisement
Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP)
Keamanan Pangan Ramadhan 2026
Ishartini
Surplus Ikan Nasional
Karantina Kepri
Sirip Hiu Natuna
Rhynchobatus australiae
SAJI-DN
Regulasi CITES
Sertifikat Kesehatan Ikan
ramadhan 2026
Berita Terkait
Ekonomi - 14 jam yang lalu
Inflasi Tahunan Maret Mepet Batas Aman, Ini Respons Bank Indonesia
Ekonomi - 01 April 2026, 11:37
Evaluasi Angkutan Lebaran 2026, GAPASDAP Kritik Masalah Infrastruktur Pelabuhan
Ekonomi - 31 March 2026, 15:34
Arus Balik Lebaran 2026, KAI Catat Penumpang Hampir Tembus 5 Juta
Ekonomi - 30 March 2026, 07:43
Arus Balik Sumatera-Jawa Terdistribusi Merata, 79 Persen Pemudik Telah Kembali
Rejabar - 29 March 2026, 23:24
WFA dan Libur Sekolah Jadi Alasan Wisatawan Berkali-kali Melancong ke Lembang
News - 29 March 2026, 14:19
Arus Balik Lebaran, Pasar Senen Jadi Stasiun dengan Kedatangan Terbanyak
News - 29 March 2026, 01:30
Volume Kendaraan di GT Cikampek Utama Menurun pada H+7 Lebaran
News - 28 March 2026, 22:10
Kapolri Sebut Jumlah Kecelakaan Selama Lebaran 2026 Turun 7,8 Persen
Berita Lainnya
Ekonomi - Kamis , 02 Apr 2026, 23:18 WIB
Bahan Bakar Avtur Mulai Langka di Asia Dampak Perang Iran, Eropa Menyusul
Ekonomi - Kamis , 02 Apr 2026, 22:39 WIB
RI Inisiasi Asosiasi Produsen Pupuk Asia Tenggara
Ekonomi - Kamis , 02 Apr 2026, 22:14 WIB
ICEX Resmi Diluncurkan, Bangun Infrastruktur Bursa Kripto dengan Modal Rp 1 Triliun
Ekonomi - Kamis , 02 Apr 2026, 21:26 WIB
Pasar Laboratorium Tembus 3,1 Miliar Dolar AS, Lab Indonesia Dorong Daya Saing Industri
Ekonomi - Kamis , 02 Apr 2026, 21:24 WIB
Pertamina dan POSCO International Jajaki Kerja Sama Pengembangan Teknologi Rendah Karbon




