Koalisi Masyarakat Sipil Bentuk Tim Investigasi Terkait Penyerangan Andrie Yunus
Sumber Foto: Jawa Pos
Sinyal Peristiwa

Koalisi Masyarakat Sipil Bentuk Tim Investigasi Terkait Penyerangan Andrie Yunus

Peristiwa penyerangan air keras terhadap Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Andrie Yunus, memicu tindakan cepat dari Koalisi Masyarakat Sipil. Tim Investigasi dibentuk untuk menyelidiki kasus yang menjadikan Andrie sebagai korban ini.

Ketua Umum Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI), Muhamad Isnur, mendesak aparat kepolisian agar mengusut tuntas insiden ini dan menangkap pelaku penyiraman air keras. Menurutnya, Polri seharusnya tidak menghadapi kesulitan dalam menemukan dan menangkap pelaku serta pihak-pihak yang mungkin terlibat di belakang kejadian ini.

”Seharusnya secara teknikaliti tidak ada hambatan buat mereka mengungkapkan siapa pelakunya dan siapa otak di belakang pelakunya. Pertanyaannya, apakah mereka berani mengungkapkan siapa mereka dan siapa di belakangnya. Ini bukan soal kemampuan, tapi soal kemauan,” ujar Isnur.

Isnur menambahkan bahwa Koalisi Masyarakat Sipil menantang dan mendesak Kapolri, Kapolda, dan seluruh jajaran kepolisian untuk menggunakan seluruh kemampuan yang ada dalam penyelidikan kasus ini, agar tidak ada celah yang membiarkan kasus tersebut tidak terungkap.

”Kami mendesak itu. Dan kami mendorong untuk ke sana. Dan di masyarakat sipil, kami pun membentuk tim investigasi sendiri. Kami tidak percaya sepenuhnya,” tegasnya.

Inisiatif pembentukan tim investigasi ini telah dilakukan sejak peristiwa penyiraman air keras terjadi. Tim tersebut dikabarkan telah mengumpulkan sejumlah bukti, termasuk informasi bahwa Andrie telah diintai beberapa hari sebelum kejadian.

”Kami juga menelusuri semua itu. Kami menelusuri beberapa hari ini Andrie diintai. Dari rumahnya, dari mess-nya, tempat-tempat berkunjungnya. Kemarin seharian, dari CELIOS, dari YLBHI sudah diikuti. Orang-orangnya jelas, semua terekam CCTV,” tambahnya.

Isnur menegaskan bahwa Tim Investigasi yang dibentuk oleh Koalisi Masyarakat Sipil memiliki hak untuk mengungkap temuan-temuan yang didapat. Sebelumnya, Andrie Yunus mengalami serangan penyiraman air keras oleh orang tidak dikenal pada Kamis malam, 12 Maret. Akibat serangan tersebut, Andrie mengalami luka bakar serius, dengan dokter di RSCM menyatakan bahwa ia mengalami luka bakar sebesar 24 persen di sekujur tubuh, terutama di area tangan, wajah, dada, dan mata.

Koordinator KontraS, Dimas Bagus Arya, mengonfirmasi bahwa serangan tersebut terjadi setelah Andrie melakukan podcast bertema Remiliterisme dan Judicial Review di Indonesia di Kantor YLBHI, Menteng, Jakarta Pusat. Setelah kejadian, Andrie segera dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis yang diperlukan.