KPPU Kanwil V Memantau Ketersediaan Sembako Jelang Ramadan di Kalimantan
Kantor Wilayah V Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) di Balikpapan melakukan pemantauan terhadap ketersediaan bahan pokok dan penting di wilayah Kalimantan sebagai langkah awal untuk mendeteksi potensi masalah terkait stabilitas pasokan dan harga menjelang Ramadan 1444 H. Pemantauan ini merupakan bagian dari sistem deteksi dini yang bertujuan untuk mengantisipasi fluktuasi harga dan ketersediaan bahan pokok.
Menurut KPPU, pengalaman dari periode sebelumnya menunjukkan bahwa beberapa komoditas pangan dapat terpengaruh oleh kondisi cuaca, terutama saat curah hujan tinggi. Komoditas yang rentan terhadap dampak cuaca ini meliputi cabai, baik cabai rawit, cabai besar, cabai keriting, serta beras.
Kepala Kantor Wilayah V KPPU, Manaek SM Pasaribu, menyampaikan bahwa pemerintah telah mengambil langkah antisipasi dengan melakukan impor beras untuk menjaga ketersediaan stok di dalam negeri, di samping dimulainya masa panen padi di beberapa daerah. Meskipun hari pertama Ramadan belum tiba, harga berbagai komoditas sudah mulai mengalami kenaikan. Hal ini, menurut pedagang, merupakan fenomena yang biasa terjadi menjelang puasa dan Lebaran.
“Kenaikan harga ini seolah menjadi kenormalan bagi sebagian masyarakat. Namun, ke depan, sebaiknya hal ini tidak lagi dianggap biasa,” ujar Manaek pada Senin (20/3).
Harga dan Ketersediaan Sembako
Untuk minyak goreng, tersedia berbagai merek dengan harga bervariasi. Minyak goreng kemasan selain Minyakita dijual dengan harga antara Rp 18.000 hingga Rp 22.000 per liter, sementara Minyakita dijual dengan harga Rp 14.000 hingga Rp 17.000 per liter. Harga Eceran Tertinggi (HET) untuk minyak goreng curah dan Minyakita adalah Rp 14.000 per liter. Stok Minyakita terpantau masih terbatas di beberapa toko.
Ketersediaan beras juga terlihat aman, dengan harga berkisar antara Rp 10.000 hingga Rp 15.000 per kilogram untuk jenis medium dan premium. Harga Eceran Tertinggi (HET) beras adalah Rp 9.950 per kilogram untuk jenis medium dan Rp 13.300 per kilogram untuk jenis premium. Mengenai harga daging, daging sapi lokal terpantau dijual antara Rp 150.000 hingga Rp 170.000 per kilogram, sedangkan daging beku lebih murah. Daging ayam berkisar antara Rp 40.000 hingga Rp 55.000 per ekor, dan telur ayam ras dijual antara Rp 50.000 hingga Rp 58.000 per tray.




