Radar News - PR Garut- Amerika Serikat (AS) selama puluhan tahun gemar memosisikan diri sebagai kekuatan olahraga nomor satu dunia. Namun, Olimpiade Musim Dingin 2026 di Milan Cortina memberi sinyal bahwa klaim itu layak dipertanyakan. Di tengah gegap gempita pesta olahraga salju di Olimpiade Musim Dingin 2026, dominasi justru kembali jatuh ke tangan negara-negara Eropa dengan Norwegia berdiri paling depan.
Selama ini, publik kerap melihat Amerika Serikat berjaya di Olimpiade Musim Panas. Namun begitu musim dingin tiba, peta kekuatan berubah drastis. Negara-negara Nordik, khususnya Norwegia, tampil konsisten dan nyaris tak tergoyahkan. Hingga pembaruan terakhir pada 20 Februari, Norwegia kokoh di puncak klasemen perolehan medali.
Norwegia sementara memimpin dengan 37 medali, terdiri dari 17 emas, 10 perak, dan 10 perunggu. Capaian ini bukan sekadar memimpin klasemen, tetapi juga menegaskan reputasi Norwegia sebagai negara tersukses sepanjang sejarah Olimpiade Musim Dingin. Bahkan, di edisi kali ini, mereka kembali memecahkan rekor sendiri untuk jumlah emas terbanyak dalam satu Olimpiade Musim Dingin.
Keunggulan Norwegia terlihat dari performa merata di berbagai cabang, mulai dari ski lintas alam hingga biathlon. Konsistensi itulah yang membuat mereka sulit dikejar, meski kompetisi masih menyisakan sejumlah pertandingan krusial.
AS Masih Membayangi
Di posisi kedua, Amerika Serikat mengoleksi 29 medali dengan rincian 10 emas, 12 perak, dan 7 perunggu. Sejumlah cabang bergengsi seperti speed skating putra, figure skating beregu, dan snowboarding putri sempat menghadirkan momen kebanggaan bagi Negeri Paman Sam. Namun secara total, angka tersebut belum cukup untuk menggusur Norwegia dari singgasana.
Kendati demikian, jarak perolehan emas masih membuka peluang. Jika atlet-atlet Amerika Serikat mampu tampil sempurna di hari-hari terakhir, persaingan papan atas tetap menyimpan drama hingga garis finis.